Artkel Dhamma

Kelahiran Kembali

(Patisandhi/punabhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan, dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin /jiwa) setelah seseorang meninggal dunia.tetapi dikenal dengan istilah “penerusan”(patisandhi)vinnana.ketika seseorang akan meninggal dunia,kesadaran ajal (cuti citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma. kemudian,kesadaran ajal (cuti-citta) padam dan langsung menimbulkan kesadaran penerusan (patisandhi-vinnana) untuk timbul pada salah satu…

Artkel Dhamma

BESARNYA BUAH DARI KAMMA BAIK BERDĀNA  

“Di sini, Ānanda, jika seseorang memberikan dana kepada makhluk-makhluk yang berada di alam binatang (tiracchānagata), maka pemberian itu akan menghasilkan buah (dakkhiṇā) yang dapat diharapkan berlipat seratus kali. Jika seseorang memberikan dana kepada makhluk duniawi (puthujjana) yang tidak bermoral (dussīla), maka buahnya seribu kali lipat dapat diharapkan. Jika dana diberikan kepada makhluk duniawi yang bermoral…

Artkel Dhamma

Apakah Faktor-faktor yang Mengotori Pāramī?

Atas pertanyaan, “Apakah faktor-faktor yang mengotori Pāramī?” jawabannya secara umum adalah: menganggap Pāramī sebagai “aku,” “milikku,” “diriku” karena kemelekatan, keangkuhan, dan pandangan salah adalah penyebab kotornya Pāramī. Jawaban yang sebenarnya, (dalam masing-masing Pāramī) adalah sebagai berikut:   (i) Berpikir untuk membeda-bedakan antara benda-benda yang didanakan dan antara penerima-penerima dāna adalah penyebab kotornya Kesempurnaan Kedermawanan. (Bodhisatta…

Artkel Dhamma

Vinaya Upasaka & Vinaya Kebhikkhuan

BAB I P E N D A H U L U A N   A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – dalam hal ini – segala tingkah laku yang menghalangi kemajuan dalam Jalan Pelaksanaan Dhamma; atau sesuatu yang membimbing ke luar (dari dukkha). Ada beberapa…

Artkel Dhamma

TIPIṬAKA (Tiga Keranjang)

Banyak umat Buddha tahu kalau nama kitab sucinya adalah Tipiṭaka tapi kalau ditanya apa sudah pernah lihat? Kebanyakan hanya tahu buku paritta, buku paritta hanyalah sebagian kecil dari Tipiṭaka itu sendiri. Tipiṭaka terdiri dari 84.000 pokok Dhamma dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu:   1) 21.000 pokok berkenaan aturan/disiplin monastik (Vinaya Piṭaka) 2) 21.000 pokok…

Artkel Dhamma

TOKOH YANG BERJASA MENERJEMAHKAN TRIPITAKA KE DALAM BAHASA MANDARIN

Tripitaka yang saat ini ada dalam bahasa Mandarin sesungguhnya berasal dari Tripitaka bahasa Sanskerta.⁰ Beberapa tokoh yang berjasa dalam menerjemahkan Tripitaka dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin di antaranya : 1. LOKAKSEMA. Lokaksema / 支婁迦讖 ( Zhī Lóu Jiā Chèn ) adalah seorang bhiksu yang berasal dari Kerajaan Kushan merupakan orang yang pertama kali…

Artkel Dhamma

MENGENAL BERBAGAI VERSI SUTTA / SUTRA

Sutta / Sutra berisi wejangan dari Buddha dan para murid-Nya. Wejangan-wejangan ini tersebar dalam bahasa Pali, Sanskerta, Mandarin, dan saat ini juga ada dalam berbagai bahasa di seluruh dunia di antaranya yaitu : 1. SUTTA THERAVADA. Theravada adalah salah satu mazhab pada Periode Buddhisme Era Kini memiliki sutta dalam bahasa Pali yang terdiri dari :…

Artkel Dhamma

MENGENAL BERBAGAI VERSI ABHIDHAMMA

Abhidhamma berisi wejangan Buddha tentang uraian filsafat Buddha Dharma yang disusun secara analitis dengan uraian meliputi ilmu jiwa, logika, etika, dan metafisika. Buddha Gautama membabarkan Abhidhamma kepada ibunya ( Ratu Mahamaya ) yang saat itu telah menjadi dewa beserta para dewa lainnya dari berbagai alam sorga selama 3 bulan untuk ukuran waktu di Alam Manusia…

Artkel Dhamma

KEBAIKAN SENANTIASA MELINDUNGI TUANNYA

“Orang yang mengikuti yang lebih mulia, menjadi lebih mulia pula”. Syair ini diucapkan oleh Sang Buddha ketika Beliau sedang berdiam di Jetavana, berkenaan dengan seorang menteri Raja Kosala.   Diceritakan bahwa menteri ini sangat berjasa bagi raja, menyelesaikan semua tugas dengan baik. Sang raja berpikir, “Orang ini sangat berjasa kepadaku,” lalu memberinya kedudukan dan kehormatan…

Artkel Dhamma

BRAHMA VIHARA – Empat Sifat Luhur

Brahma vihara adalah sifat batin yang luhur atau mulia atau tempat berdiamnya makhluk Brahma (makhluk dewa yang telah mencapai kesucian batin). Sifat ini terdapat dalam diri manusia, baik manusia yang jahat maupun yang baik.   (Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha)   *A. METTA (Cinta Kasih)* _Sifat luhur yang pertama adalah Metta (cinta kasih) yang universal…