Artkel Dhamma

Menyiksa Diri Sendiri – Aku Mau Rasa Sakitku

Oleh : Dr. Phang Cheng Kar Pernahkah anda berjumpa dengan orang-orang yang menolak memakai obat penghilang rasa sakit dengan alasan atas nama ajaran Buddha? Tentu saja, tak ada salahnya menolak obat itu jika kita masih bisa menoleransikan rasa sakit — tetap itu lebih baik. Bagaimanapun juga obat penghilang rasa sakit mungkin memiliki efek samping seperti…

Artkel Dhamma

BESARNYA BUAH DARI KAMMA BAIK BERDĀNA

“Di sini, Ānanda, jika seseorang memberikan dana kepada makhluk-makhluk yang berada di alam binatang (tiracchānagata), maka pemberian itu akan menghasilkan buah (dakkhiṇā) yang dapat diharapkan berlipat seratus kali. Jika seseorang memberikan dana kepada makhluk duniawi (puthujjana) yang tidak bermoral (dussīla), maka buahnya seribu kali lipat dapat diharapkan. Jika dana diberikan kepada makhluk duniawi yang bermoral…

Sutta Center

Kelahiran sebagai Seekor Anjing

Kukkura Jātaka (Kelahiran sebagai Seekor Anjing) [Jat 22] “Anjing-anjing yang dipelihara di istana kerajaan.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berada di Jetavana, tentang perbuatan baik untuk kerabatnya, seperti yang akan diceritakan dalam Buku Kedua Belas di Bhaddasāla-jātaka. Untuk menyampaikan pengajaran itulah Beliau menceritakan kisah masa lampau ini. Suatu ketika Brahmadatta memerintah di Bārāṇasī,…

Artkel Dhamma

Kelahiran Kembali

(Patisandhi/punabhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan, dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin /jiwa) setelah seseorang meninggal dunia.tetapi dikenal dengan istilah “penerusan”(patisandhi)vinnana.ketika seseorang akan meninggal dunia,kesadaran ajal (cuti citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma. kemudian,kesadaran ajal (cuti-citta) padam dan langsung menimbulkan kesadaran penerusan (patisandhi-vinnana) untuk timbul pada salah satu…

Sutta Center

MACCHA JATAKA (Kisah Kehidupan Lampau Sebagai Raja Ikan)

“Awan Hujan yang Taat” (Abhitthanaya Pajjunnāti) Diceritakan saat Sang Buddha sedang menetap di Jetavana, beliau membabarkan kisah ini berkenaan dengan turunnya hujan yang beliau sendiri datangkan. Pada suatu waktu, di wilayah Kosala tidak turun hujan. Tanaman-tanaman mulai layu. Kolam, telaga, dan danau di berbagai tempat mengering. Bahkan kolam di dekat gerbang Jetavana pun kekeringan; airnya…

Artkel Dhamma

BESARNYA BUAH DARI KAMMA BAIK BERDĀNA  

“Di sini, Ānanda, jika seseorang memberikan dana kepada makhluk-makhluk yang berada di alam binatang (tiracchānagata), maka pemberian itu akan menghasilkan buah (dakkhiṇā) yang dapat diharapkan berlipat seratus kali. Jika seseorang memberikan dana kepada makhluk duniawi (puthujjana) yang tidak bermoral (dussīla), maka buahnya seribu kali lipat dapat diharapkan. Jika dana diberikan kepada makhluk duniawi yang bermoral…

Artkel Dhamma

Apakah Faktor-faktor yang Mengotori Pāramī?

Atas pertanyaan, “Apakah faktor-faktor yang mengotori Pāramī?” jawabannya secara umum adalah: menganggap Pāramī sebagai “aku,” “milikku,” “diriku” karena kemelekatan, keangkuhan, dan pandangan salah adalah penyebab kotornya Pāramī. Jawaban yang sebenarnya, (dalam masing-masing Pāramī) adalah sebagai berikut:   (i) Berpikir untuk membeda-bedakan antara benda-benda yang didanakan dan antara penerima-penerima dāna adalah penyebab kotornya Kesempurnaan Kedermawanan. (Bodhisatta…

Sutta Center

Nandivisāla Jātaka  

Sekali waktu Takkasilā di Negeri Gandhāra diperintah oleh seorang raja, Bodhisatta terlahir sebagai seekor sapi jantan (banteng). Saat masih berupa anak sapi, pemiliknya menghadiahkannya kepada seorang brahmana yang mengunjunginya. Pada masa itu, ada kebiasaan untuk memberikan persembahan berupa sapi kepada para brahmana.   Brahmana itu memberi nama Nandi-Visāla (Kebahagiaan Besar) kepadanya, ia memperlakukan anak sapi…

Artkel Dhamma

Vinaya Upasaka & Vinaya Kebhikkhuan

BAB I P E N D A H U L U A N   A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – dalam hal ini – segala tingkah laku yang menghalangi kemajuan dalam Jalan Pelaksanaan Dhamma; atau sesuatu yang membimbing ke luar (dari dukkha). Ada beberapa…

Artkel Dhamma

TIPIṬAKA (Tiga Keranjang)

Banyak umat Buddha tahu kalau nama kitab sucinya adalah Tipiṭaka tapi kalau ditanya apa sudah pernah lihat? Kebanyakan hanya tahu buku paritta, buku paritta hanyalah sebagian kecil dari Tipiṭaka itu sendiri. Tipiṭaka terdiri dari 84.000 pokok Dhamma dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu:   1) 21.000 pokok berkenaan aturan/disiplin monastik (Vinaya Piṭaka) 2) 21.000 pokok…