Artkel Dhamma

Navanga Uposatha Sila (Sembilan Sila Uposatha )

1. Pāṇātipātā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi. 2. Adinnādānā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi. 3. Abrahmacariyā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi. 4. Musāvādā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi. 5. Surat ‧ meraya ‧ majja ‧ pamādaṭṭhānā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi . 6. Vikāla ‧ bhojanā veramaṇī ‧ sikkhāpadaṃ samādiyāmi. 7. Nacca ‧ gīta ‧ vādita ‧ visūka ‧ dassana…

Tayana Sutta ( SN 2.8 )
Artkel Dhamma

Pancasilla Buddhis

Pengantar Kehidupan memiliki ketertibannya, termasuk kehidupan manusia. Dalam mencapai kebahagiaan dirinya dan keharmonisannya dengan sesamanya, manusia melandasi hidupnya dengan sila. Sila merupakan aturan-aturan moralitas yang wajib dilaksanakan oleh manusia. Dikatakan baik atau manusia susila, karena mencerminkan hakikatnya sebagai makhluk yang luhur dan bahkan kelahiran manusia ditentukan oleh sejauh mana dia tidak melanggar sila. Mari Pahamilah Pengertian Sila! Ingat Sila menunjukkan…

Artkel Dhamma

Hiduplah Sesuai Dhamma

“Jalan Tengah” Sang Buddha tidak menginginkan kita untuk mengikuti kedua jalan – nafsu keinginan dan tenggelam di satu sisi serta takut dan benci di sisi lain. Waspadalah terhadap kesenangan, beliau mengajarkan. Kemarahan, ketakutan, ketidakpuasan, bukanlah jalan yogi, melainkan jalan dari orang duniawi. Orang yang tenang berjalan di Jalan Tengah latihan yang benar, meninggalkan kemelekatan di…

Artkel Dhamma

LIMA JENIS PERDAGANGAN TERLARANG

“Pañcimā, bhikkhave, vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā. Katamā pañca? Satthavaṇijjā, sattavaṇijjā, maṃsavaṇijjā, majjavaṇijjā, visavaṇijjā – imā kho, bhikkhave, pañca vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā”ti. “Bhikkhu, ada lima jenis perdagangan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang upāsaka (umat perumah tangga). Apakah lima itu? Perdagangan senjata, perdagangan makhluk hidup, perdagangan daging, perdagangan minuman memabukkan, dan perdagangan racun. Inilah, para bhikkhu, lima…

Artkel Dhamma

Samantacakkhu mata/penglihatan

“Samantacakkhu” — Dalam hal ini, cakkhu (mata/penglihatan) terdiri atas lima jenis: 1.Buddhacakkhu: “Para bhikkhu, aku memandang dunia dengan mata Buddha” — inilah yang disebut buddhacakkhu. 2. Dhammacakkhu: “Penglihatan Dhamma yang bebas dari debu dan noda” — ini adalah penglihatan awal terhadap jalan, disebut dhammacakkhu. 3. Ñāṇacakkhu: “Mata kebijaksanaan muncul” — ini disebut ñāṇacakkhu. 4. Samantacakkhu:…

Artkel Dhamma

Cīvara Paccavekkhana (Perenungan Jubah)

Pāli: Paṭisaṅkhā yoniso cīvaraṁ paṭisevāmī, yāvadeva sītassa paṭighātāya, uṇhassa paṭighātāya, ḍaṁsamakasa-vātātapa-siriṁsapa-samphassānaṁ paṭighātāya, yāvadeva hirikopīna paṭicchādanatthaṁ.   Artinya: Saya menggunakan jubah ini dengan perenungan bijaksana: Hanya untuk perlindungan dari dingin dan panas, Untuk melindungi diri dari gigitan serangga, nyamuk, angin, terik matahari, dan binatang melata seperti ular, Dan yang terpenting, untuk menutupi bagian tubuh yang dapat…

Artkel Dhamma

MAKNA LUHUR YANG MELEKAT PADA KATA SANNIPATA

Masih banyak umat Buddha yang belum mengetahui apa sesungguhnya arti kata dan makna yang terkandung di dalam kata “Sannipata” sehingga membuat publik menjadi bingung dengan pemakaian kata tersebut di luar dari kebiasaan pemahaman makna yang selama ini dipahaminya. Di bawah ini akan dikupas arti kata serta makna luhur dari kata “Sannipata” dalam Buddhisme. I. ARTI…

Artkel Dhamma

10 KEKUATAN ISTIMEWA BUDDHA/TATHAGATA

Dasabalanti” berarti memiliki sepuluh kekuatan (bala) yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, kekuatan khas milik seorang Tathāgata. Di sini, “kekuatan” (bala) disebut demikian karena kekuatan itu tidak tergoyahkan oleh sebab-sebab yang berlawanan; karena kokoh dan tidak tergoyahkan, maka disebut bala. Ia disebut “Dasabala” karena memiliki sepuluh kekuatan — itulah Sang Buddha. Namun, sepuluh kekuatan Tathāgata…

Artkel Dhamma

Mengenal PINDAPATA WARISAN TRADISI PARA BUDDHA

Pindapata merupakan tradisi yang dilakukan oleh semua Buddha sejak Buddha-Buddha terdahulu hingga Buddha-Buddha mendatang. Buddha Gautama telah memberikan petunjuk bagaimana hendaknya seorang bhikkhu melakukan Pindapata seperti yang telah dijelaskan dalam Majjhima Nikaya 151 – Pindapata Parisuddhi Sutta. I. MAKNA PINDAPATA. Pindapata berarti mengumpulkan dana makanan dengan menjatuhkan dana makanan dari tangan pemberi ke dalam mangkok…