Artkel Dhamma

MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI

Attadattham paratthena, bahunapi na hapaye; Attadatthamabhinnaya, sadatthapasuto siya. Jangan karena demi kesejahteraan orang lain lalu seseorang melalaikan kesejahteraan sendiri. Setelah memahami tujuan akhir bagi diri sendiri, hendaklah ia teguh melaksanakan tugas kewajibannya. (Dhammapada Syair 166) Sang Buddha sudah mencapai pencerahan sempurna dan menjadi Sammasambuddha sebagai hasil dari usahanya sendiri. Setelah mencapai pencerahan tertinggi Sang Buddha…

Artkel Dhamma

Kisah Mahānāma Pangeran Sakya 

(a) Cita-cita Masa Lampau Bakal Mahānāma terlahir dalam sebuah keluarga kaya di Kota Haṁsāvatī pada masa kehidupan Buddha Padumuttara. Ketika mendengarkan khotbah Buddha, ia menyaksikan seorang siswa awam yang dinyatakan sebagai yang terbaik di antara para siswa awam yang mempersembahkan makanan-makanan lezat, dan obat-obatan. Ia ingin menjadi seperti orang itu pada masa depan, dan setelah…

Informasi

Kursus Dasar Buddha Dhamma (KDBD).

Namo Buddhaya 🙏 PC MAGABUDHI Kota Tangerang mengadakan Kursus Dasar Buddha Dhamma (KDBD). KDBD ini sebagai sarana untuk belajar, menambah pengetahuan, dan meningkatkan keyakinan umat. Kegiatan akan diadakan pada: Hari ke-1: 🗓️ Sabtu, 20 Desember 2025 🕗 Pkl 08.00 – 16.00 WIB Hari ke-2: 🗓️ Minggu, 21 Desember 2025 🕐 Pkl 13.00 – 17.30 WIB…

Artkel Dhamma

Manfaat Paritta Suci

(Dhammapada I : 19) Biarpun seseorang banyak membaca Kitab Suci, tetapi tidak berbuat sesuai dengan Ajaran, maka orang yang lengah itu sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain; ia tak akan memperoleh manfaat kehidupan suci. Membaca paritta itu sebenarnya tidak sulit dan tidak memakan waktu yang terlalu lama, cukup hanya sepuluh menit…

Artkel Dhamma

Lima Kelompok Unsur Kehidupan

PANCAKKHANDHA Dalam ajaran Buddha, “diri” bukanlah entitas tetap, melainkan proses yang terus berubah, terdiri dari lima kelompok (khandha) yang saling bergantung. Kita mengira kelima ini adalah “aku”, “milikku”, atau “diriku”, padahal semuanya tidak kekal (anicca), menyebabkan penderitaan (dukkha), dan tanpa diri (anattā). Mari kita selami satu per satu. 1. RŪPAKKHANDHA (Kelompok Bentuk / Fisik /…

Sutta Center

Kisah Sepasang Brahmana yang dahulunya Adalah Orangtua Buddha Pada Masa Lampau

Pada suatu ketika, setelah menetap di Sāvatthī selama masa vassa, Bhagavā melakukan perjalanan, dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan itu akan membantu memelihara kesehatanNya, menetapkan peraturan-peraturan baru bagi para bhikkhu, menjinakkan (melalui percakapan dan khotbah) mereka yang layak dijinakkan, membabarkan kisah-kisah kelahiran Buddha jika situasinya tepat. Dalam perjalanan itu, Bhagavā sampai di Sāketa pada suatu senja dan…

Artkel Dhamma

Buddha Kembali dari Surga Tāvatiṁsa

Tepat menjelang masa kediaman musim hujan-Nya yang ketujuh, pada hari bulan purnama bulan Āsāḷha, Bhagavā kembali melakukan Mukjizat Ganda (Yamaka Pāṭihāriya) di kaki pohon gaṇḍamba di gerbang Kota Sāvatthi untuk menghancurkan kesombongan dan gengsi dari kaum sesat. Kemudian, Bhagavā menuju ke Surga Tāvatiṁsa dan melewati masa kediaman musim hujan selama tiga bulan di sana.  …

Sutta Center

Khotbah-Khotbah Kepada Anāthapiṇḍika

Bilamana Bhagavā tengah berdiam di Vihāra Jetavana, Anāthapiṇḍika akan mengunjungi-Nya secara teratur dua kali sehari—kadang-kadang dengan banyak temannya—dan selalu memberikan dana bagi para sāmaṇera muda. Akan tetapi, karena khawatir Bhagavā menjadi letih oleh dirinya, ia tak pernah bertanya kepada-Nya. Namun atas kehendak-Nya sendiri, Bhagavā membabarkan kepadanya pelbagai khotbah, yang beberapa di antaranya tercantum di dalam…