Karena Nila setitik rusaklah susu sebelanga

Dhamma talk Ajahn Jayasaro dibawah, mengingatkan saya akan kejadian retret beberapa tahun yang lalu. Di saat kita melakukan retret yang intensif, kemungkinan akan ada banyak sankhara, kilesa yang tersembunyi akan terdesak keluar. Saya juga mengalaminya.

Di saat retreat meditasi, Guru pembimbing terus mengingatkan: di saat sankhara, kilesa tersembunyi dalam dirimu terdesak keluar. Jangan beraksi. REAKSIMU AKAN MEMBUAT MEREKA MENJADI BERLIPAT-LIPAT GANDA.

“Jangan karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga”.
“Karma baik yang telah dikumpulkan selama beberapa kehidupan, mungkin bisa di hancurkan hanya oleh sebuah momen kemarahan”.

Jangan karena hal yang telah terjadi, membuat hidupmu saat ini begitu menderita. Jangan karena seseorang / suatu hal, menghilangkan keseimbangan dan ketenangan batin mu. Dia telah terjadi. Yang terjadi telah terjadi. Telah berlalu. Kamu harus bisa menerimanya. Terimalah saja. Jangan terpancing [misalnya: oleh sesuatu, amarah, rasa sedih yang luar biasa yang muncul.] Jangan sampai mereka menganggu / mempengaruhi konsentrasi dan ketenangan pikiranmu.

Belajar menerima dan melepaskan hal yang telah terjadi. Terimalah dia, amati dia, jangan di tolak, lalu lepaskanlah. Jangan hal itu sampai merusak semua konsentrasi dan segala usaha-usaha yang telah kamu lakukan untuk melatih diri selama ini. “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Saya sungguh beruntung, sungguh banyak hal yang bisa saya pelajari dan kejadian-kejadian yang membuat mata saya terbuka, mendapat banyak sekali pencerahan selama retret kali itu. Sangat berterima kasih pada Guru pembimbing saat itu.

**********************************

[Kebajikan adalah bunga yang indah dan rapuh ~ Ajahn Jayasaro.]

Di dalam grup yang terdiri dari 100 orang, kesunyian hanya bisa terjadi ketika semua 100 orang bekerjasama – ini bukanlah hal yang mudah sama sekali. Di dalam sebuah grup terdiri dari 100 orang, bagaimanapun, suara dan gangguan dapat di sebabkan oleh hanya satu orang.

Sebuah hutan yang berdiri / berumur selama seribu tahun mungkin bisa dihancurkan hanya oleh sebuah api kecil.

Sebuah gedung yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk selesai pembangunannya, mungkin bisa dihancurkan hanya oleh sebuah ledakan bom.

Karma baik yang telah dikumpulkan selama beberapa kehidupan, mungkin bisa di hancurkan hanya oleh sebuah momen kemarahan.

Rawatlah yang baik. Belajarlah bagaimana cara untuk melindunginya. Jangan pernah menerima sesuatu begitu saja dan menganggap itu sudah seharusnya. Kebajikan adalah bunga yang indah dan rapuh.

Sumber : ~ Ajahn Jayasaro ~

Related Post