Artkel Dhamma

Mahiḷāmukha Jātaka (Wajah Wanita)

“Melalui mendengar pertama kali.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berada di Hutan Bambu (Veḷuvana), tentang Devadatta, yang setelah dapat meyakinkan Pangeran Ajātasattu, memperoleh keuntungan maupun kehormatan. Pangeran Ajātasattu membuat Vihāra yang dibangun untuk Devadatta di Gayāsīsa, dan setiap hari membawakan kepadanya lima ratus mangkuk nasi berusia tiga tahun yang wangi yang dibumbui dengan…

Artkel Dhamma

Pengaruh Pengendalian Pikiran Dalam Kehidupan

“Tak ada sesuatupun yang tidak bermanfaat seperti halnya pikiran yang tidak terkendali. Sesungguhnya pikiran yang tak terkendali tidak bermanfaat. Tak ada sesuatupun yang bermanfaat seperti halnya pikiran yang terkendali. Sesungguhnya pikiran yang terkendali adalah yang bermanfaat.” (Anguttara Nikaya I,4). A. PIKIRAN, CORAK MAUPUN SIFATNYA. Pikiran merupakan proses psikis yang menurut ajaran Buddha terdiri dari empat…

Artkel Dhamma

Menyiksa Diri Sendiri – Aku Mau Rasa Sakitku

Oleh : Dr. Phang Cheng Kar Pernahkah anda berjumpa dengan orang-orang yang menolak memakai obat penghilang rasa sakit dengan alasan atas nama ajaran Buddha? Tentu saja, tak ada salahnya menolak obat itu jika kita masih bisa menoleransikan rasa sakit — tetap itu lebih baik. Bagaimanapun juga obat penghilang rasa sakit mungkin memiliki efek samping seperti…

Artkel Dhamma

BESARNYA BUAH DARI KAMMA BAIK BERDĀNA

“Di sini, Ānanda, jika seseorang memberikan dana kepada makhluk-makhluk yang berada di alam binatang (tiracchānagata), maka pemberian itu akan menghasilkan buah (dakkhiṇā) yang dapat diharapkan berlipat seratus kali. Jika seseorang memberikan dana kepada makhluk duniawi (puthujjana) yang tidak bermoral (dussīla), maka buahnya seribu kali lipat dapat diharapkan. Jika dana diberikan kepada makhluk duniawi yang bermoral…

Artkel Dhamma

Kelahiran Kembali

(Patisandhi/punabhava) bukan berarti pemindahan atau penjelmaan, dalam agama Buddha tidak dikenal pemindahan atau penjelmaan dari nama (bathin /jiwa) setelah seseorang meninggal dunia.tetapi dikenal dengan istilah “penerusan”(patisandhi)vinnana.ketika seseorang akan meninggal dunia,kesadaran ajal (cuti citta) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan kamma. kemudian,kesadaran ajal (cuti-citta) padam dan langsung menimbulkan kesadaran penerusan (patisandhi-vinnana) untuk timbul pada salah satu…

Artkel Dhamma

BESARNYA BUAH DARI KAMMA BAIK BERDĀNA  

“Di sini, Ānanda, jika seseorang memberikan dana kepada makhluk-makhluk yang berada di alam binatang (tiracchānagata), maka pemberian itu akan menghasilkan buah (dakkhiṇā) yang dapat diharapkan berlipat seratus kali. Jika seseorang memberikan dana kepada makhluk duniawi (puthujjana) yang tidak bermoral (dussīla), maka buahnya seribu kali lipat dapat diharapkan. Jika dana diberikan kepada makhluk duniawi yang bermoral…

Artkel Dhamma

Apakah Faktor-faktor yang Mengotori Pāramī?

Atas pertanyaan, “Apakah faktor-faktor yang mengotori Pāramī?” jawabannya secara umum adalah: menganggap Pāramī sebagai “aku,” “milikku,” “diriku” karena kemelekatan, keangkuhan, dan pandangan salah adalah penyebab kotornya Pāramī. Jawaban yang sebenarnya, (dalam masing-masing Pāramī) adalah sebagai berikut:   (i) Berpikir untuk membeda-bedakan antara benda-benda yang didanakan dan antara penerima-penerima dāna adalah penyebab kotornya Kesempurnaan Kedermawanan. (Bodhisatta…

Artkel Dhamma

Vinaya Upasaka & Vinaya Kebhikkhuan

BAB I P E N D A H U L U A N   A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – dalam hal ini – segala tingkah laku yang menghalangi kemajuan dalam Jalan Pelaksanaan Dhamma; atau sesuatu yang membimbing ke luar (dari dukkha). Ada beberapa…

Artkel Dhamma

TIPIṬAKA (Tiga Keranjang)

Banyak umat Buddha tahu kalau nama kitab sucinya adalah Tipiṭaka tapi kalau ditanya apa sudah pernah lihat? Kebanyakan hanya tahu buku paritta, buku paritta hanyalah sebagian kecil dari Tipiṭaka itu sendiri. Tipiṭaka terdiri dari 84.000 pokok Dhamma dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu:   1) 21.000 pokok berkenaan aturan/disiplin monastik (Vinaya Piṭaka) 2) 21.000 pokok…

Artkel Dhamma

TOKOH YANG BERJASA MENERJEMAHKAN TRIPITAKA KE DALAM BAHASA MANDARIN

Tripitaka yang saat ini ada dalam bahasa Mandarin sesungguhnya berasal dari Tripitaka bahasa Sanskerta.⁰ Beberapa tokoh yang berjasa dalam menerjemahkan Tripitaka dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin di antaranya : 1. LOKAKSEMA. Lokaksema / 支婁迦讖 ( Zhī Lóu Jiā Chèn ) adalah seorang bhiksu yang berasal dari Kerajaan Kushan merupakan orang yang pertama kali…