Artkel Dhamma

Apakah Faktor-faktor yang Mengotori Pāramī?

Atas pertanyaan, “Apakah faktor-faktor yang mengotori Pāramī?” jawabannya secara umum adalah: menganggap Pāramī sebagai “aku,” “milikku,” “diriku” karena kemelekatan, keangkuhan, dan pandangan salah adalah penyebab kotornya Pāramī. Jawaban yang sebenarnya, (dalam masing-masing Pāramī) adalah sebagai berikut:   (i) Berpikir untuk membeda-bedakan antara benda-benda yang didanakan dan antara penerima-penerima dāna adalah penyebab kotornya Kesempurnaan Kedermawanan. (Bodhisatta…

Sutta Center

Nandivisāla Jātaka  

Sekali waktu Takkasilā di Negeri Gandhāra diperintah oleh seorang raja, Bodhisatta terlahir sebagai seekor sapi jantan (banteng). Saat masih berupa anak sapi, pemiliknya menghadiahkannya kepada seorang brahmana yang mengunjunginya. Pada masa itu, ada kebiasaan untuk memberikan persembahan berupa sapi kepada para brahmana.   Brahmana itu memberi nama Nandi-Visāla (Kebahagiaan Besar) kepadanya, ia memperlakukan anak sapi…

Artkel Dhamma

Vinaya Upasaka & Vinaya Kebhikkhuan

BAB I P E N D A H U L U A N   A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – dalam hal ini – segala tingkah laku yang menghalangi kemajuan dalam Jalan Pelaksanaan Dhamma; atau sesuatu yang membimbing ke luar (dari dukkha). Ada beberapa…

Artkel Dhamma

TIPIṬAKA (Tiga Keranjang)

Banyak umat Buddha tahu kalau nama kitab sucinya adalah Tipiṭaka tapi kalau ditanya apa sudah pernah lihat? Kebanyakan hanya tahu buku paritta, buku paritta hanyalah sebagian kecil dari Tipiṭaka itu sendiri. Tipiṭaka terdiri dari 84.000 pokok Dhamma dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu:   1) 21.000 pokok berkenaan aturan/disiplin monastik (Vinaya Piṭaka) 2) 21.000 pokok…