Artkel Dhamma

Peran Buddhisme dalam Kehidupan Modern Saat ini

Buddhisme telah menjelma menjadi sumber kebijaksanaan yang tak ternilai dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Ajarannya tentang kebijaksanaan, kebaikan, dan pemahaman mendalam tentang eksistensi telah memberikan landasan yang kuat bagi individu-individu untuk menavigasi kompleksitas zaman ini. Dalam era di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, ajaran Buddha tetap relevan. Bahkan, banyak aspek dari ajaran tersebut…

Artkel Dhamma

BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH

(By Bhikkhu Ratanajayo) Ārogyaparamā lābhā, santuṭṭhῑparamaṁ dhanaṁ; Vissāsaparamā ñāti, nibbānaṁ paramaṁ sukhaṁ. Kesehatan adalah keuntungan yang paling besar. Kepuasan adalah kekayaan yang paling berharga. Kepercayaan adalah saudara yang paling baik. Nibbāna adalah kebahagiaan yang tertinggi. (Dhammapada 204) Kitab Suci Dhammapada merupakan salah satu kitab dalam Agama Buddha yang terdapat dalam Khuddaka Nikāya. Memuat khotbah- khotbah…

Artkel Dhamma

Ovāda di Hari Uposatha

Ketika Sang Buddha berdiam di Vihāra Jetavana, Yang Mulia Girimānanda menderita penyakit serius dan kesakitan hebat. Yang Mulia Ānanda menghampiri Sang Buddha, memberi hormat, dan berkata: “Yang Mulia, Yang Mulia Girimānanda sakit parah dan sangat menderita. Atas belas kasih, Yang Mulia, mohon kunjungi beliau.”   Sang Buddha menjawab: “Ānanda, jika engkau pergi menemui Bhikkhu Girimānanda…

Artkel Dhamma

Inti ajaran Sang Buddha menurut Abhidhamma Theravada

Berpusat pada analisis mendalam tentang realitas sejati. Berbeda dengan Sutta Pitaka yang banyak menggunakan bahasa konvensional (konsep sehari-hari seperti “aku”, “pria”, “wanita”, “pohon”), Abhidhamma membedah realitas secara mikroskopis, filosofis, dan psikologis untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Menurut Abhidhamma, segala sesuatu yang kita anggap sebagai “makhluk” atau “dunia” pada hakikatnya hanyalah gabungan dari fenomena batin…

Artkel Dhamma

Menjadi Ada dan Lahir Kembali

Menjadi ada kembali (Pali: punabbhava; Skt: punarbhava) adalah keberadaan, keberlanjutan atau berlangsungnya kembali kehidupan makhluk  di alam kehidupan (Pali, Skt: saṃsāra – lingkaran hidup dan mati) setelah mengalami kematian. Menjadi ada kembali, dalam bahasa Pali adalah punabbhava yang berasal dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti “lagi” atau “kembali”, sedangkan kata “bhava” berarti menjadi ada/eksis. Jadi, secara harfiah, punabbhava berarti…

Artkel Dhamma

Upali Unggul Dalam Menjaga Peraturan

Lahir Dalam Kasta Budak — Upāli dan Buddha Sakyamuni sama-sama dilahirkan di Kerajaan Kapilavatthu. Namun, sementara Buddha dilahirkan di istana dan tergolong kasta Ksatriya, Upāli tergolong dalam kasta Sudra. Sudra adalah kasta terbawah di India yang terdiri dari para budak pada masa itu. Jika budak dari kasta Sudra melihat orang dari kasta Brahma dan kasta…

Artkel Dhamma

Empat kualitas akan ditempatkan di neraka

“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana. Apakah empat ini? •Perilaku buruk melalui jasmani, •perilaku buruk melalui ucapan, •perilaku buruk melalui pikiran, dan •tidak bersyukur atau tidak berterima kasih. Seorang yang memiliki keempat kualitas ini akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana.”   “Para bhikkhu, seseorang…

Artkel Dhamma

Tentang Abhidhamma

Ada sebuah pertanyaan yang selalu dipertanyakan, yaitu kenapa Abhidhamma diajarkan oleh Sang Buddha di alam Dewa (Tavatimsa) dan bukan di alam Manusia? Dr. Mehm Tin Mon menjelaskan sebagai berikut; Sang Buddha mengatakan : Bumi ini sedang berproses panjang sekali atau berkalpa-kalpa dan banyak Buddha yang muncul di dunia ini seperti banyaknya jumlah pasir yang ada…

Artkel Dhamma

Kisah Yakkha yang Terperdaya

[Dikutip dari Pali Rasavahini] Setelah Sang Bhagavā parinibbana, konon di wilayah Raja Kosala terdapat sebuah desa bernama Tuṇḍagāma. Di sana tinggallah seorang pria bernama Buddhadāsa yang menjalani hidupnya dengan berlindung kepada Sang Buddha hingga akhir hayatnya, dengan merenungkan, ‘Hingga akhir hayat aku pergi berlindung kepada Sang Buddha. Sang Buddha adalah perlindunganku, pertahananku, tempat bernaungku, dan…

Artkel Dhamma

PATICCASAMUPPADA

“Dengan adanya ini, terjadilah itu. Dengan timbulnya ini, maka timbulah itu. Dengan tidak adanya ini, maka tidak adalah itu. Dengan lenyapnya ini, maka lenyaplah itu.“ (KHUDDHAKA NIKAYA, UDANA 40 ) Sebab musabab yang saling bergantungan (Paticcasamuppada) itu seringkali dibabarkan oleh Sang Buddha dan ini merupakan pokok Dharma yang penting sekali dalam Buddha Dhamma. Doktrin yang…