Sutta Center

Kisah Sepasang Brahmana yang dahulunya Adalah Orangtua Buddha Pada Masa Lampau

Pada suatu ketika, setelah menetap di Sāvatthī selama masa vassa, Bhagavā melakukan perjalanan, dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan itu akan membantu memelihara kesehatanNya, menetapkan peraturan-peraturan baru bagi para bhikkhu, menjinakkan (melalui percakapan dan khotbah) mereka yang layak dijinakkan, membabarkan kisah-kisah kelahiran Buddha jika situasinya tepat. Dalam perjalanan itu, Bhagavā sampai di Sāketa pada suatu senja dan…

Sutta Center

Khotbah-Khotbah Kepada Anāthapiṇḍika

Bilamana Bhagavā tengah berdiam di Vihāra Jetavana, Anāthapiṇḍika akan mengunjungi-Nya secara teratur dua kali sehari—kadang-kadang dengan banyak temannya—dan selalu memberikan dana bagi para sāmaṇera muda. Akan tetapi, karena khawatir Bhagavā menjadi letih oleh dirinya, ia tak pernah bertanya kepada-Nya. Namun atas kehendak-Nya sendiri, Bhagavā membabarkan kepadanya pelbagai khotbah, yang beberapa di antaranya tercantum di dalam…

Sutta Center

Yasodharā

Yasodharā Bhikkhunī yang Terkemuka dalam Melihat Kehidupan Lampau (Mahābhiññappattaṁ) Setelah menjalani hidup berkeluarga selama tiga belas tahun bersama Pangeran Siddhattha, pada usia dua puluh sembilan tahun, Putri Yasodharā melahirkan putra tunggalnya, Rāhula. Pada hari itu pula suaminya yang tercinta, Pangeran Siddhattha, meninggalkan keduniawian, serta meninggalkan dirinya dan bayi yang baru lahir itu, untuk mencari jalan…

Sutta Center

Aṅguttara Nikāya 1.1Hingga 1.10

AN 1.1 hingga AN 1.10* dari Aṅguttara Nikāya adalah bagian dari ajaran Buddha yang sangat tajam dan realistis tentang sifat keterikatan indria, khususnya dalam konteks ketertarikan seksual antara laki-laki dan perempuan. Mari kita bahas secara bertahap: — 1. Apa Makna Buddha Mengatakan Pikiran Laki-Laki Terobsesi oleh Perempuan (dan Sebaliknya)? Buddha tidak sedang menyatakan bahwa ini…

Sutta Center

62 pandangan salah Sutta yg panjang tapi patut untuk diketahui

Sīlakkhandhavagga DN 1 Brahmajālasutta—Indra Anggara Dīgha Nikāya Sīlakkhandhavagga Brahmajāla Sutta   1. Jaring Tertinggi Apa yang Bukan Ajaran   Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang melakukan perjalanan di sepanjang jalan utama antara Rājagaha dan Nāḷandā disertai oleh lima ratus bhikkhu. Dan pengembara Suppiya juga sedang melakukan perjalanan di jalan itu bersama muridnya,…

Sutta Center

Dharma sebagai Perahu

SUTTA NIPĀTA NĀVĀ SUTTA 2.8. Dharma sebagai Perahu Bagaikan para deva yang menghormati raja mereka, Raja Indra, Demikian pula orang itu yang darinya seseorang mengetahui Dharma, Terhormat, berpikiran-jernih, dan juga sangat terpelajar, Guru itu menerangkan kata-kata Dharma. Setelah mempertimbangkan hal ini, orang bijaksana itu, Sewaktu, mempraktikkan Dharma menurut Dharma Menjadi terpelajar, cerdas, juga berpikiran halus,…

Sutta Center

Vimana Vatthu

Vv 1.3 Tatiya Pīṭha Sutta Istana Tahta Ketiga Bahkan mempersembahkan sesuatu yang sederhana kepada Sangha dapat memberikan hasil yang luar biasa. Moggallana Bhante: Dewata yang terkasih, engkau sedang duduk di singgasana emas. Ia terbang ke mana pun engkau inginkan, secepat yang engkau inginkan. Engkau berpakaian indah, mengenakan untaian bunga, dan engkau bersinar, bagai kilat yang…

Sutta Center

Hantu Chullaseṭṭi

Pv 2.8 Cullaseṭṭhi Sutta Raja Ajātasattu melihat hantu dan menanyainya, Raja: Kamu yang telanjang dan kurus itu, mau ke mana tengah malam begini dan kenapa? Katakan padaku, dan aku akan memberimu makanan dan pakaian. Chullaseṭṭi (hantu): Saya adalah orang yang sangat kaya dan terkenal yang tinggal di Benares, tetapi saya jahat. Saya ingin menikmati kekayaan…

Sutta Center

AN 4.50 Upakkilesa Sutta Noda yang Mengotori

“Empat inilah, para bhikkhu, noda-noda bulan dan matahari, yang bila bulan dan matahari terkena oleh noda-noda ini, maka mereka tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.   Apakah empat?   1. Awan, para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.   2. Kabut (embun/mendung tebal), para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.   3….

Sutta Center

14 jenis pemberian kepada individu, puggalika dāna

Dakkhinavibhaṅga Sutta (dari Majjhima Nikāya Pāḷi) menyebutkan 14 jenis pemberian kepada individu, puggalika dāna Bag. 1   14 Jenis Persembahan Kepada Individu.   (1) Persembahan kepada seorang Buddha, (2) Persembahan kepada seorang Pacceka Buddha, Buddha yang tidak mengajar, (3) Persembahan kepada seorang Arahanta atau seorang yang telah mencapai tingkat Arahatta-Phala, (4) Persembahan kepada seorang yang…