Artkel Dhamma

Upali Unggul Dalam Menjaga Peraturan

Lahir Dalam Kasta Budak — Upāli dan Buddha Sakyamuni sama-sama dilahirkan di Kerajaan Kapilavatthu. Namun, sementara Buddha dilahirkan di istana dan tergolong kasta Ksatriya, Upāli tergolong dalam kasta Sudra. Sudra adalah kasta terbawah di India yang terdiri dari para budak pada masa itu. Jika budak dari kasta Sudra melihat orang dari kasta Brahma dan kasta…

Artkel Dhamma

Empat kualitas akan ditempatkan di neraka

“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana. Apakah empat ini? •Perilaku buruk melalui jasmani, •perilaku buruk melalui ucapan, •perilaku buruk melalui pikiran, dan •tidak bersyukur atau tidak berterima kasih. Seorang yang memiliki keempat kualitas ini akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana.”   “Para bhikkhu, seseorang…

Sutta Center

Kiṁpakka (Buah Apa yang Masak) Jātaka [Jat 85]

“(Di mana) keburukan di masa depan tidak diketahui.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang merasa tidak puas. Tradisi mengatakan ada seorang putra keluarga tertentu yang memberikan hatinya pada ajaran Buddha dan meninggalkan keduniawian. Suatu hari ketika dia sedang berkeliling untuk menerima dana makanan di Sāvatthī, dia melihat…

Artkel Dhamma

Tentang Abhidhamma

Ada sebuah pertanyaan yang selalu dipertanyakan, yaitu kenapa Abhidhamma diajarkan oleh Sang Buddha di alam Dewa (Tavatimsa) dan bukan di alam Manusia? Dr. Mehm Tin Mon menjelaskan sebagai berikut; Sang Buddha mengatakan : Bumi ini sedang berproses panjang sekali atau berkalpa-kalpa dan banyak Buddha yang muncul di dunia ini seperti banyaknya jumlah pasir yang ada…

Artkel Dhamma

Kisah Yakkha yang Terperdaya

[Dikutip dari Pali Rasavahini] Setelah Sang Bhagavā parinibbana, konon di wilayah Raja Kosala terdapat sebuah desa bernama Tuṇḍagāma. Di sana tinggallah seorang pria bernama Buddhadāsa yang menjalani hidupnya dengan berlindung kepada Sang Buddha hingga akhir hayatnya, dengan merenungkan, ‘Hingga akhir hayat aku pergi berlindung kepada Sang Buddha. Sang Buddha adalah perlindunganku, pertahananku, tempat bernaungku, dan…

Artkel Dhamma

PATICCASAMUPPADA

“Dengan adanya ini, terjadilah itu. Dengan timbulnya ini, maka timbulah itu. Dengan tidak adanya ini, maka tidak adalah itu. Dengan lenyapnya ini, maka lenyaplah itu.“ (KHUDDHAKA NIKAYA, UDANA 40 ) Sebab musabab yang saling bergantungan (Paticcasamuppada) itu seringkali dibabarkan oleh Sang Buddha dan ini merupakan pokok Dharma yang penting sekali dalam Buddha Dhamma. Doktrin yang…