Menyiksa Diri Sendiri – Aku Mau Rasa Sakitku

Oleh : Dr. Phang Cheng Kar

Pernahkah anda berjumpa dengan orang-orang yang menolak memakai obat penghilang rasa sakit dengan alasan atas nama ajaran Buddha?

Tentu saja, tak ada salahnya menolak obat itu jika kita masih bisa menoleransikan rasa sakit — tetap itu lebih baik. Bagaimanapun juga obat penghilang rasa sakit mungkin memiliki efek samping seperti rasa sakit pada lambung dan menyebabkan ngantuk.

Tetapi beberapa orang menolak memakai obat penghilang rasa sakit dengan pandangan yang salah.

 

Seseorang mungkin dengan keyakinan yang salah, bahwa harus cukup menyiksa tubuh kita dengan rasa sakit sebelum kita dapat meraih pencerahan.

Buddha telah menyatakan dengan jelas bahwa bentuk ekstrim menyiksa tubuh tidak akan berhasil bagi hasil pencerahan dan Beliau menawarkan jalan tengah (Jalan Mulia Berunsur Delapan).

Pada kenyataannya menyiksa diri ini persis sama dengan apa yang dilakukan oleh kaum asketis pada masa kehidupan Buddha. Mereka berkeyakinan salah bahwa dengan menyiksa tubuh, seseorang dapat melepaskan jiwa yang terperangkap di dalam tubuh.

Hal ini jelas saja tidak benar dilihat dari sudut pandang Buddhis.

 

Jadi, meskipun rasa sakit dapat menjadi obyek meditasi, tak berarti kita harus menyiksa tubuh. Saya ingat dengan jelas sebuah pelajaran yang luar biasa yang saya pelajari pada sebuah retret meditasi, “Jangan mempraktikkan meditasi Kebenaran Mulia pertama (penderitaan). Praktikanlah meditasi Kebenaran Mulia ketiga (akhir dari penderitaan)”

Kita harus mengasihi rasa sakit fisik kita dengan menawarkan peredaan dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit yang tepat ketika memang diperlukan.

 

Pandangan salah lainnya yang mungkin timbul di tengah-tengah umat Buddha adalah dalam hal penggunaan morfin untuk meredakan rasa sakit yang parah.

Reaksi umum orang mungkin seperti “Morfin? Tidak! Saya tidak mengkonsumsi narkoba. Hal itu melanggar sila kelima dan saya bisa kecanduan.”

Reaksi umum yang lain mungkin, “Tidak! Saya tidak seharusnya menggunakannya karena bisa menyebabkan pikiran menjadi lemah dan hal itu tidak kondusif bagi kelahiran kembali yang baik!”

Semua itu adalah pandangan yang salah.

Fakta sebenarnya adalah dosis efektif dan dosis terapeutik (pengobatan) morfin memungkinkan para pasien merasa nyaman dan berada dalam kewaspadaan pikiran.

Ini jauh lebih mirip dengan pengkondisian untuk dilahirkan kembali yang baik daripada sebaliknya.

Semoga anda dapat membiarkan rasa sakit yang anda derita berlalu.

 

Don’t Worry Be Healthy

Hidup Sehat Tanpa Cemas

Buku 1

Penerjemah : Chuang

Karaniya Juni 2006

Related Post