Artkel Dhamma

Inilah Reaksi Kimia yang Terjadi pada Tubuh Manusia Saat Melakukan Dana

Manusia yang telah berproses ke arah lebih baik pada akhirnya akan menemukan bahwa memberi lebih membahagiakan ketimbang menerima. Dalam sebuah riset di Amerika Serikat beberapa tahun lalu, sejumlah peneliti mengumpulkan sejumlah orang. Masing-masing peserta diberi uang AS$5 (sekitar Rp. 73 ribu). Mereka diberi 2 pilihan, membelanjakannya untuk diri sendiri atau memberikannya ke orang lain. Setelah…

Artkel Dhamma

Aspek Psikologi Agama Buddha

ungkapan seperti “ melanggar hukum Buddha “ karena Beliau bukanlah pemberi hukuman, seorang hakim ataupun raja yang menghukum perbuatan jahat dan memberi hadiah bagi perbuatan baik manusia. Pelaku kejahatan bertanggung jawab pada perbuatannya sendiri ; ia menderita ataupun menikmati konsekuensi dari perbuatannya dan melakukan kebaikan ataupun kejahatan itu adalah urusannya sendiri. Harus pula disebutkan bahwa…

Artkel Dhamma

Kisah Seorang Gadis Desa (Gāmadārikāya Vatthu)

Di bagian selatan Pulau Lanka, terdapat sebuah desa bernama Brahmacola. Di sana, orang-orang mengolah sebidang ladang yang besar dan tinggal di sana selama satu bulan. Ketika masa panen tiba, mereka pun berkata, “Mari kita pergi untuk memanen bulan ini,” lalu mereka membawa air dan berangkat, saat itu musim panas yang sangat terik sedang berlangsung.  …

Artkel Dhamma

Menjadi Upāsaka Sejati

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa artinya menjadi seorang umat Buddha awam yang sesungguhnya? Dalam tradisi Buddhis, umat awam yang telah menyatakan keyakinannya dikenal dengan sebutan Upāsaka (untuk pria) dan Upāsikā (untuk wanita). Ini bukan sekadar label, melainkan sebuah komitmen untuk menjalani hidup sesuai ajaran Buddha—ajaran yang bersumber langsung dari Sang Buddha sendiri seperti yang tercatat dalam…

Artkel Dhamma

Bimbisāra Raja Penyantun yang Pertama

Dari Gayāsīsa, diiringi oleh Kassapa bersaudara dan seribu orang bhikkhu yang dulunya merupakan petapa berambut pilin, Yang Terberkahi melanjutkan perjalanan menuju Rājagaha, ibukota Magadha. Ia mengunjungi kota ini terlebih dahulu untuk memenuhi janji-Nya kepada Raja Bimbisāra. Ketika tiba, mereka tinggal di Hutan Palma Muda (Laṭṭhivana) yang lebat di Cetiya Supatiṭṭha.   Ketika mendengar kabar gembira…

Artkel Dhamma

MENGHADAPI KETAKUTAN DENGAN KESUCIAN BATIN

(Refleksi atas Bhayabherava Sutta, MN 4) Pendahuluan Dalam gelapnya malam hutan, bahkan suara ranting patah bisa menjadi teror. Ketika sendiri, jauh dari manusia, berbagai ketakutan muncul dalam batin. Namun dalam Bhayabherava Sutta, Sang Buddha menunjukkan bahwa ketakutan bukan di luar, melainkan berakar dari dalam. Ketenangan sejati datang bukan dari menghindari kegelapan, melainkan dari pemurnian batin. Kisah…

Artkel Dhamma

MENGHANCURKAN NODA BATIN

(Refleksi atas Sabbasava Sutta, MN 2) Pendahuluan Pernahkah kita merasa bahwa meski telah berbuat baik, hati ini masih mudah terseret oleh nafsu, kemarahan, atau kebingungan? Itulah Asava—kekotoran batin halus yang terus merembes, membasahi pikiran, dan menyuburkan penderitaan.  Dalam Sabbasava Sutta, Sang Buddha menunjukkan tujuh cara untuk “Mengendalikan dan menghancurkan semua noda batin”, yaitu cara-cara untuk…

Artkel Dhamma

PERUMPAMAAN LIMA JENIS GELAS

Gelas Pertama adalah gelas yang tertutup. Karena tertutup, gelas ini tidak tidak dapat diisi dengan apapun. Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang tidak mau menerima kebenaran apapun dari orang lain. Orang ini menganggap ajaran orang lain adalah salah, meskipun dirinya sendiri tidak tahu mana yang benar. Ia tak mau menimbang dan merenungkan kata-kata orang lain….

Artkel Dhamma

BUDDHISME 4.0

“Paññavanto ayaṃ dhammo, nāyaṃ dhammo duppaññassā’ti.” Dhamma sesungguhnya untuk orang bijaksana, bukan untuk orang tidak bijaksana. (Anuruddha-mahāvitakka Sutta; AN 8.30) Dewasa ini, agama Buddha mendapat sambutan hangat di berbagai belahan dunia, jauh melebihi di tanah asalnya. Masyarakat luas sangat tertarik mempelajari dan mempraktikkan ajaran Buddha walaupun statusnya bukanlah seorang buddhis. Ajaran yang sudah berumur lebih…

Artkel Dhamma

Kamma Penentu Kelahiran Kembali

Attā hi attano nātho, ko hi nātho paro siyā Attan’āva sudantena, nāthaṁ labhati dullabhaṁ Diri sendiri sesungguhnya adalah pelindung bagi diri sendiri, karena siapa pula yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya? Setelah dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan yang sungguh amat sukar dicari. (Dhammapada 160) Dalam kehidupan kita sebagai manusia tentunya…