Artkel Dhamma

Tentang Abhidhamma

Ada sebuah pertanyaan yang selalu dipertanyakan, yaitu kenapa Abhidhamma diajarkan oleh Sang Buddha di alam Dewa (Tavatimsa) dan bukan di alam Manusia? Dr. Mehm Tin Mon menjelaskan sebagai berikut; Sang Buddha mengatakan : Bumi ini sedang berproses panjang sekali atau berkalpa-kalpa dan banyak Buddha yang muncul di dunia ini seperti banyaknya jumlah pasir yang ada…

Artkel Dhamma

Kisah Yakkha yang Terperdaya

[Dikutip dari Pali Rasavahini] Setelah Sang Bhagavā parinibbana, konon di wilayah Raja Kosala terdapat sebuah desa bernama Tuṇḍagāma. Di sana tinggallah seorang pria bernama Buddhadāsa yang menjalani hidupnya dengan berlindung kepada Sang Buddha hingga akhir hayatnya, dengan merenungkan, ‘Hingga akhir hayat aku pergi berlindung kepada Sang Buddha. Sang Buddha adalah perlindunganku, pertahananku, tempat bernaungku, dan…

Artkel Dhamma

PATICCASAMUPPADA

“Dengan adanya ini, terjadilah itu. Dengan timbulnya ini, maka timbulah itu. Dengan tidak adanya ini, maka tidak adalah itu. Dengan lenyapnya ini, maka lenyaplah itu.“ (KHUDDHAKA NIKAYA, UDANA 40 ) Sebab musabab yang saling bergantungan (Paticcasamuppada) itu seringkali dibabarkan oleh Sang Buddha dan ini merupakan pokok Dharma yang penting sekali dalam Buddha Dhamma. Doktrin yang…

Artkel Dhamma

Kisah Teman-teman Visakha

(Dhammapada syair 146) Terdapat 500 orang pria dari Savatthi, mereka mengharapkan istri-istrinya menjadi orang yang murah hati, baik hati dan bersusila seperti Visakha. Kelima-ratus pria tersebut mengirim para istrinya kepada Visakha agar menjadi teman dekat Visakha. Pada pesta Bacchanalian yang berlangsung selama 7 hari, istri-istri tersebut mengambil semua minuman keras yang ditinggalkan suami mereka dan…

Artkel Dhamma

Pengertian Cinta dalam Agama Buddha

Piyadassi dalam bukunya “The Buddha’s Ancient Path” menyatakan cinta adalah suatu kekuatan aktif, setiap tindakan mencintai dilakukan dengan pikiran tak bernoda untuk menolong, membantu, menyenangkan, membuat jalan lebih mudah, lebih halus, menaklukkan kesedihan dan merupakan kebahagiaan tertinggi (Dhammananda, 2003:242-243).   Dalam agama Buddha banyak istilah mengenai kata Cinta, seperti : Piya, Pema, Rati, Kama, Tanha,…

Artkel Dhamma

Pengertian Pabbaja dan Upasampadha

Pabbajja Istilah Pabbaja dapat diartikan secara umum sebagai penahbisan, termasuk upasampada atau khusus sebagai penahbisan pendahuluan(Pubbapayoga) untuk upasampada.Termasuk penahbisan menjadi samanera. Vinaya menggunakannya sebagai suatu pasangan dengan upasampada sebelum diperkenankan penahbisan untuk menjadi  samanera. Pada periode pertama setelah penerangan sempurna, mereka yang ingin menjalani kehidupan suci dalam Dhamma Vinaya mulai dari Annakandamma Thera dan seterusnya…

Artkel Dhamma

Ovāda di Hari Uposatha

Oleh Sayadaw Osadha Nilai Tiga Nasihat Agung Warisan Leluhur Kita 1. Semoga sungai besar tidak pernah kering. 2. Semoga pohon besar tidak pernah tumbang. 3. Semoga gentong kapur tidak pernah pecah.   Tiga kiasan ini diwariskan turun-temurun oleh para leluhur kita sebagai nasihat yang bijaksana dan penuh makna.   1. Semoga sungai besar tidak pernah…

Artkel Dhamma

KEMELEKATAN

Ratiyā jāyati soko, ratiyā jāyati bhayam. Ratiyā vippamuttassa, natthi soko kuto bhayaṁ Dari kemelekatan timbul kesedihan, dari kemelekatan timbul ketakutan. Bagi orang yang telah bebas dari kemelekatan, tidak ada lagi kesedihan maupun ketakutan. (Dhammapada syair 240)   Sering kali kita terlalu melekat pada sesuatu yang tidak semestinya dan yang sebenarnya sudah tidak diperlukan, seperti pakaian,…

Artkel Dhamma

Tentang Nibbana

Dapatkah setiap orang mencapai kebahagiaan dan kebebasan Nibbana? Bila dapat, apakah setiap orang pada akhirnya akan mencapainya? Jawaban untuk hal yang pertama adalah jelas, yakni bahwa setiap orang dapat mencapai Nibbana, dan justru Sang Buddha senantiasa mendorong setiap orang untuk menjadikan Nibbana sebagai tujuan hidupnya serta agar berupaya sekuatnya untuk mencapainya. Senandung para wanita yang…

Artkel Dhamma

Lima Rintangan Batin

Pañca Nīvaraṇa: Lima Rintangan Batin Menurut Ajaran Buddha Dalam ajaran Buddha yang termuat di dalam Tipiṭaka, Pañca Nīvaraṇa (Lima Rintangan Batin) merujuk pada lima kondisi mental yang menghambat kemunculan ketenangan, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Kata nīvaraṇa berasal dari akar kata yang berarti “menghalangi” atau “menutupi”, sehingga kelima hal ini seperti awan yang menutupi cahaya matahari—mengaburkan kejernihan batin yang…