TIPIṬAKA (Tiga Keranjang)

Banyak umat Buddha tahu kalau nama kitab sucinya adalah Tipiṭaka tapi kalau ditanya apa sudah pernah lihat? Kebanyakan hanya tahu buku paritta, buku paritta hanyalah sebagian kecil dari Tipiṭaka itu sendiri. Tipiṭaka terdiri dari 84.000 pokok Dhamma dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

 

1) 21.000 pokok berkenaan aturan/disiplin monastik (Vinaya Piṭaka)

2) 21.000 pokok berkenaan khotbah-khotbah Dhamma (Sutta Piṭaka) dan,

3) 42.000 pokok Dhamma tertinggi (Abhidhamma Piṭaka)

 

Dalam beberapa versi ada yang membuatnya menjadi 45 jilid buku untuk menandai 45 tahun Buddha membabarkan Dhammanya, ini pun hanya kitab asli/akar (Mūla) tanpa disertai kitab penjelasan (Aṭṭhakathā), kitab sub penjelasan (Ṭīkā), dan kitab sub sub penjelasan (Aṇuṭīkā). Jadi jika ditambahkan itu semua bisa Anda bayangkan berapa banyaknya?

 

Vinaya Piṭaka (Keranjang Disiplin)

 

Vinaya Piṭaka terdiri dari lima buku:

 

1. Pārājika, mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran terbesar,

2. Pācittiya, mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran kecil,

3. Mahāvagga, aturan tambahan tentang etika saṅgha.

4. Cūḷavagga, uraian etika dan kewajiban bhikkhu.

5. Parivāra, ringkasan vinaya.

 

Suttanta Piṭaka (Keranjang Khotbah)

 

1. Dīgha Nikāya (Kumpulan Khotbah Panjang) terdiri dari:

 

a. Sīlakhanda-vagga,

b. Mahā-vagga, dan

c. Pāthika-vagga.

 

2. Majjhima Nikāya (Kumpulan Khotbah Sedang) terdiri dari:

 

a. Mula-paṇṇāsa,

b. Majjhima-paṇṇāsa, dan

c. Upari-paṇṇāsa.

 

3. Saṁyutta Nikāya (Kumpulan Khotbah Persamaan) terdiri dari:

 

a. Sagāthāvagga, Nidānavagga-saṁyutta,

b. Khandhavagga, Saḷāyatanavagga-saṁyutta, dan

c. Mahāvagga-saṁyutta.

 

4. Aṅguttara Nikāya (Kumpulan Kotbah Berurutan) terdiri dari:

 

a. Ekaka, Duka, Tika, Catukka-nipāta,

b. Pañcaka, Chakka, Sattaka-nipāta, dan

c. Aṭṭhaka, Navaka, Dasaka, Ekādasaka-nipāta.

 

Aṅguttara Nikāya adalah kumpulan khotbah yang disusun sesuai dengan nomor atau urutan.

 

5. Khuddaka Nikāya (Kumpulan Khotbah Singkat) terdiri dari:

 

a. Kuddakapāṭha, teks-teks pendek,

b. Dhammapada, jalan kebenaran,

c. Udāna, syair pujian kegembiraan,

d. Itivuttaka, khotbah yang diawali dengan “Demikian yang dikatakan”,

e. Suttanipāta, khotbah-khotbah yang terkumpul,

f. Vimānavatthu, kisah-kisah dari rumah-rumah surgawi,

g. Petavatthu, kisah-kisah para makhluk peta,

h. Theragātha, pujian para thera,

i. Therigātha, pujian para theri,

j. Apadāna, kehidupan para Arahat,

k. Buddhavaṁsa, kisah para Buddha, dan

l. Cariyāpiṭaka, cara-cara bertingkah laku,

m. Jātaka, kisah-kisah kelahiran,

n. Mahāniddesa, penjelasan detail (besar),

o. Cūḷaniddesa, penjelasan singkat (kecil),

p. Paṭisambhidāmagga, penjelasan atau analisa empat perbedaan,

q. Netti Peṭakopadesa, panduan & instruksi Tipiṭaka, dan

r. Milindapañhā, pertanyaan Raja Milinda.

 

Khuddaka Nikāya tidak hanya termasuk khotbah-khotbah di atas, tetapi juga di dalam Vinaya Piṭaka dan Abhidhamma Piṭaka.

 

Ini berarti sebagai Piṭaka, Vinaya dan Abhidhamma berbeda dari Suttanta, tetapi sebagai Nikāya, mereka adalah bagian dari Khuddaka Nikāya. Sebenarnya, Khuddaka Nikāya sendiri adalah bagian dari Tiga Keranjang atau Kelompok, atau Tipiṭaka. Abhidhamma Piṭaka (Keranjang Doktrin Tertinggi/Metafisika Buddhis) Abhidhamma Piṭaka terdiri dari tujuh buku sebagai berikut:

 

1. Dhammasangaṇī, penjabaran detail tentang fenomena,

2. Vibhaṅga, buku risalah,

3. Dhātukathā, pembahasan tentang elemen-elemen,

4. Puggalapaññatti, deskripsi tentang individu,

5. Kathāvatthu, pokok-pokok perdebatan,

6. Yamaka, buku analisis logika dalam bentuk berpasangan, dan

7. Paṭṭhāna, buku relasi atau hubungan.

Related Post