kāmarūpaarūpasaṅkhatānaṃ tiṇṇaṃ lokānaṃ paṭisaraṇaṃ.
Pelindung dari tiga dunia yang terdiri atas dunia kāma (4 alam Apaya, 1 alam Manusia, 6 alam Surga Kamaloka), rūpa (alam Rupa Brahma), dan arūpa (alam arupa brahma).”
Ettha ca lokasaddassa attho heṭṭhā vuttoyeva. Tayo lokā tilokā.
Makna kata loka sudah dijelaskan sebelumnya: tiga dunia itu disebut tiloka.
Nāthasaddo pana nipphannānipphannavasena duvidho hoti.
Kata nātha (pelindung) ada dua macam: yang bersifat nyata (nipphanna) dan yang tidak nyata (anipphanna).
Tattha anipphannanāthasaddo paṭisaraṇattho hoti saṅketavasena. Tathā hi vuttaṃ aṭṭhakathāyaṃ “Saṅketavacanaṃ saccaṃ, lokasammutikāraṇanti.”
Di sana, nātha yang tidak nyata dipahami dalam arti perlindungan secara konseptual, sesuai kesepakatan dunia. Seperti yang dikatakan dalam Aṭṭhakathā: “Ucapan simbolis itu benar, karena berdasarkan kesepakatan dunia.”
Tilokānaṃ nātho paṭisaraṇoti tilokanātho, buddho.
Maka, Tilokanātha berarti “Pelindung dan tempat berlindung bagi tiga dunia,” yakni Buddha.
Sabbānatthaparihārapubbaṅgamāya niravasesahitasukhavidhānatapparāyaniratisayāya payogasampattiyā ca…
Karena usaha beliau yang tiada banding dalam menghindarkan segala penderitaan, dalam menuntun menuju kebahagiaan tanpa sisa, dan dalam pencapaian tertinggi yang menjadi tujuan akhir,
…sadevamanussāya pajāya accantupakāritāya aparimitanirupamappabhāvaguṇavisesasamaṅgitāya ca…
karena manfaat sempurna yang diberikan kepada semua makhluk — deva dan manusia, karena kualitas dan kemuliaan yang tak terbatas dan tiada tara,
…sabbasattuttamo bhagavā aparimāṇāsu lokadhātūsu aparimāṇānaṃ sattānaṃ ekapaṭisaraṇo nāmāti attho.
Maka Sang Bhagavā, yang merupakan yang tertinggi di antara semua makhluk, di seluruh alam semesta yang tak terhingga, disebut sebagai satu-satunya tempat berlindung bagi makhluk yang tidak terhingga jumlahnya.

