Warna-warna pada Bendera Buddhis terdiri dari biru, kuning, merah, putih, dan jingga yang disusun secara vertikal ditambah garis vertikal keenam yang terdiri dari lima warna yang disusun horisontal.

Warna vertikal melambangkan perdamaian dunia.
Warna horisontal melambangkan perdamaian abadi dari ras-ras yang ada di dunia dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.
Bendera Buddhis memiliki makna secara umum berupa tidak adanya diskriminasi ras maupun kebangsaan, kedaerahan, atau warna kulit serta semua makhluk berpotensi mencapai kesucian menjadi Buddha serta memiliki karakteristik ke-Buddha-an.
Makna warna-warna dari Bendera Buddhis 6 Warna ( Sadvarna Dvhaja ) :
1. BIRU ( NILA ).
• Berasal dari warna rambut Buddha.
• Melambangkan bakti atau pengabdian.
2. KUNING ( PITA ).
• Berasal dari warna kulit Buddha.
• Melambangkan kebijaksanaan.
3. MERAH ( LOHITA ).
• Berasal dari warna darah Buddha.
• Melambangkan cinta kasih.
4. PUTIH ( ODATA ).
• Berasal dari warna tulang dan gigi Buddha.
• Melambangkan kesucian.
5. JINGGA ( MANJESTA ).
• Berasal dari warna telapak tangan, kaki, dan bibir Buddha.
• Melambangkan semangat.
6. GABUNGAN 5 WARNA ( PRABHASVARA ).
• Melambangkan sinar cemerlang yang berasal dari gabungan 5 faktor di atas.
———————-
Disusun oleh : Vajiro Kohar Lie.
Maret 2025.
Diambil dari : Artikel Dharma “Arti dan Sejarah Panji Buddhis” oleh Vajiro Kohar Lie; Desember 2017.
———————


