HIMBAUAN SAṄGHA THERAVĀDA INDONESIA

Perihal : Arahan Bagi Umat Buddha dalam Menghadapi Unjuk Rasa di Berbagai Daerah


Dalam situasi masyarakat yang sedang menghadapi dinamika sosial berupa aksi unjuk rasa di berbagai daerah, kami menghimbau umat Buddha untuk senantiasa menjaga ketenangan, kewaspadaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Dhamma. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 

1. Menjaga Ketenteraman Batin.

– Hadapilah situasi dengan pikiran yang tenang dan penuh kesadaran (sati).

– Jangan terbawa arus emosi, kebencian, maupun provokasi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

2. Mengutamakan Keselamatan Diri dan Keluarga

– Hindari lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan.

– Pastikan anggota keluarga dalam keadaan aman dan tetap berkomunikasi secara baik.

 

3. Bersikap Bijaksana dalam Bertindak

– Tidak ikut serta dalam tindakan yang melanggar hukum, merusak, atau mencederai pihak lain.

– Menjaga ucapan, baik di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial, agar tidak menambah ketegangan.

 

4. Menjaga Kerukunan dan Kedamaian

– Sebagai umat Buddha, tanamkan metta (cinta kasih), karuṇā (welas asih), dan upekkhā (keseimbangan batin) dalam menghadapi perbedaan.

– Dorong terciptanya dialog damai, saling menghormati, dan tidak memperuncing konflik.

 

5. Membaca Pālivacana/Berdoa dan Bermeditasi

– Baca Paritta Suci/berdoa dan bertekad agar bangsa dan masyarakat senantiasa damai, terhindar dari kekerasan, serta diberkahi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

– Lakukan meditasi untuk menumbuhkan batin yang penuh welas asih, sehingga memancarkan kedamaian bagi lingkungan sekitar.

 

Dengan memegang teguh prinsip Ahiṃsa (tidak menyakiti) dan Sīla (moralitas), umat Buddha dapat menjadi teladan dalam menjaga kedamaian, serta memberi kontribusi positif bagi keharmonisan bangsa dan negara.

 

Jakarta, 31 Agustus 2025

Mettācittena,

 

SAṄGHA THERAVĀDA INDONESIA

Ketua Umum/Saṅghanāyaka

Bhikkhu Sri Subhapañño, Mahāthera

Related Post