Artkel Dhamma

Mengenal PINDAPATA WARISAN TRADISI PARA BUDDHA

Pindapata merupakan tradisi yang dilakukan oleh semua Buddha sejak Buddha-Buddha terdahulu hingga Buddha-Buddha mendatang. Buddha Gautama telah memberikan petunjuk bagaimana hendaknya seorang bhikkhu melakukan Pindapata seperti yang telah dijelaskan dalam Majjhima Nikaya 151 – Pindapata Parisuddhi Sutta. I. MAKNA PINDAPATA. Pindapata berarti mengumpulkan dana makanan dengan menjatuhkan dana makanan dari tangan pemberi ke dalam mangkok…

Sutta Center

Upāhana Jātaka [Jā 231]

“Bagaikan sepasang sandal yang dibeli seseorang.” — Ini dikisahkan oleh Guru saat berdiam di Veḷuvana, tentang Devadatta. Para bhikkhu mengangkat pembicaraan di Dhammasabhā: “Āvuso, Devadatta setelah menolak gurunya, menjadi lawan dan musuh Tathāgata, (pada akhirnya) mengalami kehancuran total.” Guru datang: “Para bhikkhu, apa yang sedang kalian perbincangkan saat duduk bersama di sini. Mereka memberitahunya. Guru…

Sutta Center

SUTTA NIPĀTA-SAMMĀPARIBBĀJANIYA SUTTA

2.13. Kesempurnaan dalam Kehidupan Mengembara PERTANYAAN Kepada Sang Petapa yang memiliki kebijaksanaan tinggi, seorang yang telah menyeberang, Ke pantai seberang, sepenuhnya Sejuk, seimbang Yang telah meninggalkan rumah, Kenikmatan-indriawi tersingkir, aku bertanya: Bagaimanakah seorang bhikkhu mengembara dengan benar di dunia? BUDDHA Yang telah menghancurkan (kepercayaan) dalam pertanda-pertanda, dalam keberuntungan, Munculnya mimpi-mimpi dan tanda-tanda lainnya, Yang telah…

Artkel Dhamma

Perkembangan Kolom Agama Hati Buddha KTP Konghucu

Agama adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama setelah kejadian tahun 1965. Pemerintah Orde Baru mewajibkan setiap warga Indonesia untuk memiliki agama. Di sinilah Kartu Tanda Penduduk mulai mencantumkan kolom agama, dengan pilihan yang terbatas hanya enam yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sering kali di beberapa wilayah pada masa…

Artkel Dhamma

Berkesadaran Hadapi Krisis Iklim Saat Hidup di dunia

Beberapa hari yang lalu, saya beruntung dapat bertemu kembali dengan seorang sahabat lama, Muhammad Zaim. Zaim adalah murid dari Thich Nhat Hanh dan saat ini tinggal di Jerman, membangun sebuah komunitas meditasi. Pertemuan ini membawa saya pada refleksi tentang pentingnya hidup berkesadaran, terutama di bulan Ramadhan ini. Dalam perbincangan kami, Zaim mengungkapkan bahwa minat para…

Tayana Sutta ( SN 2.8 )
Artkel Dhamma

Konsep othering dan karma dalam perspektif buddhis

Dengan hati yang lapang dan pikiran terbuka,  para akademisi dan praktisi Buddhis dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Guang Ming College, Filipina untuk mengikuti Pertemuan The 3rd International Scholar Conference on Humanistic Buddhism. Acara yang berlagsung pada 6-8 April 2025 ini terasa seperti sebuah keluarga besar yang sedang belajar bersama, saling berbagi dengan penuh welas asih tentang bagaimana…

Artkel Dhamma

Asal Mula Detik-detik Waisak di Indonesia

Hari Trisuci Waisak merupakan hari raya yang sangat penting bagi umat Buddha di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Terdapat berbagai cara dan tradisi yang dilakukan dalam merayakan hari yang memperingati tiga peristiwa ini. Salah satu tradisi perayaan Hari Vesak yang ada di Indonesia adalah “Detik-detik Waisak” yang ditunggu oleh umat Buddha di Indonesia sebagai puncak…

Artkel Dhamma

SEBUAH FAKTA MENGENAI ASAL MULA “YANG MAHA KUASA” DALAM PANDANGAN BUDDHA SĀSANA

Penulis berpendapat bahwa mungkin cerita dalam artikel ini berpotensi menyebabkan “goncangan iman” terhadap para pemeluk kepercayaan Īśvara-vāda, namun kebenaran tetaplah kebenaran yang tak dapat dibantah bagaimanapun juga. sebagaimana diibaratkan, sifat api yang adalah Panas dan Membakar, tidak menjadi persoalan bila ada orang yang tidak percaya bahwa api itu Panas dan Membakar dan orang tersebut kemudian…

Tayana Sutta ( SN 2.8 )
Sutta Center

Tayana Sutta ( SN 2.8 )

Pada suatu malam, ketika malam telah larut dan suasana menjadi tenang, makhluk dewa bernama Tāyana, yang dulunya mantan pemimpin agama lain, dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh Hutan Jetavana. Ia mendatangi Bhagavā (Yang Terberkahi), dan setelah mendekat, ia memberi penghormatan kepada Bhagavā, lalu berdiri di satu sisi. Ketika telah berdiri di satu sisi, dewa Tāyana…