Artkel Dhamma

Kisah Seorang Gadis Desa (Gāmadārikāya Vatthu)

Di bagian selatan Pulau Lanka, terdapat sebuah desa bernama Brahmacola. Di sana, orang-orang mengolah sebidang ladang yang besar dan tinggal di sana selama satu bulan. Ketika masa panen tiba, mereka pun berkata, “Mari kita pergi untuk memanen bulan ini,” lalu mereka membawa air dan berangkat, saat itu musim panas yang sangat terik sedang berlangsung.  …

Artkel Dhamma

Menjadi Upāsaka Sejati

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa artinya menjadi seorang umat Buddha awam yang sesungguhnya? Dalam tradisi Buddhis, umat awam yang telah menyatakan keyakinannya dikenal dengan sebutan Upāsaka (untuk pria) dan Upāsikā (untuk wanita). Ini bukan sekadar label, melainkan sebuah komitmen untuk menjalani hidup sesuai ajaran Buddha—ajaran yang bersumber langsung dari Sang Buddha sendiri seperti yang tercatat dalam…

Artkel Dhamma

Bimbisāra Raja Penyantun yang Pertama

Dari Gayāsīsa, diiringi oleh Kassapa bersaudara dan seribu orang bhikkhu yang dulunya merupakan petapa berambut pilin, Yang Terberkahi melanjutkan perjalanan menuju Rājagaha, ibukota Magadha. Ia mengunjungi kota ini terlebih dahulu untuk memenuhi janji-Nya kepada Raja Bimbisāra. Ketika tiba, mereka tinggal di Hutan Palma Muda (Laṭṭhivana) yang lebat di Cetiya Supatiṭṭha.   Ketika mendengar kabar gembira…

Artkel Dhamma

MENGHADAPI KETAKUTAN DENGAN KESUCIAN BATIN

(Refleksi atas Bhayabherava Sutta, MN 4) Pendahuluan Dalam gelapnya malam hutan, bahkan suara ranting patah bisa menjadi teror. Ketika sendiri, jauh dari manusia, berbagai ketakutan muncul dalam batin. Namun dalam Bhayabherava Sutta, Sang Buddha menunjukkan bahwa ketakutan bukan di luar, melainkan berakar dari dalam. Ketenangan sejati datang bukan dari menghindari kegelapan, melainkan dari pemurnian batin. Kisah…

Sutta Center

KESABARAN DAN PENGENDALIAN DIRI

(Berdasarkan Kakacupama Sutta, MN 21) Dalam sutta ini, Sang Buddha menceritakan bagaimana seorang bhikkhu seharusnya bersikap terhadap kritik, penghinaan, dan bahkan perlakuan kekerasan. Beliau memberikan perumpamaan yang sangat tajam: “Jika para perampok memotong tubuhmu bagian demi bagian dengan gergaji bermata dua, dan kamu menimbulkan kebencian terhadap perampok itu, kamu tidak menjalankan ajaran-Ku.” Sutta dimulai dengan kisah seorang bhikkhu bernama Bhikkhu Moliya Phagguna, yang terlalu melibatkan diri…

Artkel Dhamma

MENGHANCURKAN NODA BATIN

(Refleksi atas Sabbasava Sutta, MN 2) Pendahuluan Pernahkah kita merasa bahwa meski telah berbuat baik, hati ini masih mudah terseret oleh nafsu, kemarahan, atau kebingungan? Itulah Asava—kekotoran batin halus yang terus merembes, membasahi pikiran, dan menyuburkan penderitaan.  Dalam Sabbasava Sutta, Sang Buddha menunjukkan tujuh cara untuk “Mengendalikan dan menghancurkan semua noda batin”, yaitu cara-cara untuk…

Artkel Dhamma

PERUMPAMAAN LIMA JENIS GELAS

Gelas Pertama adalah gelas yang tertutup. Karena tertutup, gelas ini tidak tidak dapat diisi dengan apapun. Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang tidak mau menerima kebenaran apapun dari orang lain. Orang ini menganggap ajaran orang lain adalah salah, meskipun dirinya sendiri tidak tahu mana yang benar. Ia tak mau menimbang dan merenungkan kata-kata orang lain….

Sutta Center

Kisah Seorang Gadis Desa (Gāmadārikāya Vatthu)

Di bagian selatan Pulau Lanka, terdapat sebuah desa bernama Brahmacola. Di sana, orang-orang mengolah sebidang ladang yang besar dan tinggal di sana selama satu bulan. Ketika masa panen tiba, mereka pun berkata, “Mari kita pergi untuk memanen bulan ini,” lalu mereka membawa air dan berangkat, saat itu musim panas yang sangat terik sedang berlangsung.  …

Informasi

Target Rekor Muri Buddhayana Run Menyapa Nusantara

Buddhayana Run 2025 sukses digelar sebagai penutup rangkaian enam lomba lari yang diselenggarakan di berbagai daerah oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI). Setelah sebelumnya dilaksanakan di Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, dan Jakarta, etape terakhir digelar di Community Park Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten, pada Sabtu (2/8), dengan jumlah peserta lebih dari 3.000 orang….

Sutta Center

DARĪMUKHA-JĀTAKA

“Kesenangan-kesenangan indriawi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelepasan keduniawian. Cerita pembukannya telah dikemukakan sebelumnya. ____________________ Dahulu kala ketika Raja Magadha berkuasa di Rājagaha, Bodhisatta terlahir sebagai anak dari permaisurinya dan diberi nama Pangeran Brahmadatta. Pada hari kelahirannya, pendeta kerajaan juga mendapatkan seorang putra: wajahnya begitu elok sehingga…