TOKOH YANG BERJASA MENERJEMAHKAN TRIPITAKA KE DALAM BAHASA MANDARIN
Tripitaka yang saat ini ada dalam bahasa Mandarin sesungguhnya berasal dari Tripitaka bahasa Sanskerta.⁰ Beberapa tokoh yang berjasa dalam menerjemahkan Tripitaka dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin di antaranya : 1. LOKAKSEMA. Lokaksema / 支婁迦讖 ( Zhī Lóu Jiā Chèn ) adalah seorang bhiksu yang berasal dari Kerajaan Kushan merupakan orang yang pertama kali…
MENGENAL BERBAGAI VERSI SUTTA / SUTRA
Sutta / Sutra berisi wejangan dari Buddha dan para murid-Nya. Wejangan-wejangan ini tersebar dalam bahasa Pali, Sanskerta, Mandarin, dan saat ini juga ada dalam berbagai bahasa di seluruh dunia di antaranya yaitu : 1. SUTTA THERAVADA. Theravada adalah salah satu mazhab pada Periode Buddhisme Era Kini memiliki sutta dalam bahasa Pali yang terdiri dari :…
MENGENAL BERBAGAI VERSI ABHIDHAMMA
Abhidhamma berisi wejangan Buddha tentang uraian filsafat Buddha Dharma yang disusun secara analitis dengan uraian meliputi ilmu jiwa, logika, etika, dan metafisika. Buddha Gautama membabarkan Abhidhamma kepada ibunya ( Ratu Mahamaya ) yang saat itu telah menjadi dewa beserta para dewa lainnya dari berbagai alam sorga selama 3 bulan untuk ukuran waktu di Alam Manusia…
KEBAIKAN SENANTIASA MELINDUNGI TUANNYA
“Orang yang mengikuti yang lebih mulia, menjadi lebih mulia pula”. Syair ini diucapkan oleh Sang Buddha ketika Beliau sedang berdiam di Jetavana, berkenaan dengan seorang menteri Raja Kosala. Diceritakan bahwa menteri ini sangat berjasa bagi raja, menyelesaikan semua tugas dengan baik. Sang raja berpikir, “Orang ini sangat berjasa kepadaku,” lalu memberinya kedudukan dan kehormatan…
BRAHMA VIHARA – Empat Sifat Luhur
Brahma vihara adalah sifat batin yang luhur atau mulia atau tempat berdiamnya makhluk Brahma (makhluk dewa yang telah mencapai kesucian batin). Sifat ini terdapat dalam diri manusia, baik manusia yang jahat maupun yang baik. (Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha) *A. METTA (Cinta Kasih)* _Sifat luhur yang pertama adalah Metta (cinta kasih) yang universal…
Cullakaseṭṭhi Jātaka (Jat 4)
“Dimulai dengan kerendahan hati,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang thera yang bernama Cūḷapanthaka ini diceritakan oleh Bhagavā ketika Beliau sedang berada di hutan mangga milik Jīvaka di dekat Rājagaha. Terdapat sedikit penjelasan mengenai kelahiran Cūḷapanthaka.
Perayaan Waisak 2025 di karawang Jawa Barat
Komplek Candi Jiwa-Candi Blandongan di Batujaya, Karawang, semakin mengukuhkan diri sebagai situs sakral bagi perayaan Waisak. Pada Minggu (25/5/2025), ribuan umat Buddha dari Jawa Barat memadati candi peninggalan abad ke-6 Masehi ini untuk mengikuti Perayaan Waisak Bersama. Acara dihadiri oleh Bhikkhu Sri Subalaratano Mahathera, perwakilan pemerintah daerah, BPK Jawa Barat, serta FKUB Karawang. Tahun ini,…
KEBAIKAN SENANTIASA MELINDUNGI TUANNYA
(Dikutip dari Seyya Jataka) “Orang yang mengikuti yang lebih mulia, menjadi lebih mulia pula”. Syair ini diucapkan oleh Sang Buddha ketika Beliau sedang berdiam di Jetavana, berkenaan dengan seorang menteri Raja Kosala. Diceritakan bahwa menteri ini sangat berjasa bagi raja, menyelesaikan semua tugas dengan baik. Sang raja berpikir, “Orang ini sangat berjasa kepadaku,” lalu memberinya…
Damai tak Tergoyahkan
Seluruh alasan untuk mempelajari Dhamma, ajaran Sang Buddha, adalah guna menyelidiki: cara mengatasi penderitaan serta mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Apakah kita mau mempelajari fenomena fisik atau mental, pikiran (citta) atau faktor-faktor psikologikal-nya (cetasika), hanya manakala kita menjadikan pembebasan dari penderitaan sebagai tujuan utama kitalah maka itu berarti kita ada di jalur yang benar – tak…





