Artkel Dhamma

Menanam Kebajikan di Masa Kathina

Di tengah udara sejuk pegunungan Dukuh Guwo, lantunan paritta suci bergema lembut di pelataran Vihara Giri Santi Loka. Ratusan umat Buddha duduk bersila, menyimak dengan khusyuk Dhammadesana yang disampaikan oleh Bhante Candakaro pada perayaan Kathina Dana, Rabu, 29 Oktober 2025. Dalam pembabaran Dhamma sore itu, Bhante Candakaro mengajak umat untuk merenungkan makna sejati dari berdana,…

Artkel Dhamma

Generasi Milenial yang Sesuai Dharma

Zaman modern terus berkembang dengan cepat, hampir secepat jaringan internet. Di era digital ini, kita dituntut untuk selalu peka terhadap kemajuan informasi, gaya hidup, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Tak terkecuali bagi generasi muda yang dikenal sebagai “Generasi Milenial.” Generasi milenial, atau yang sering disebut “digital natives,” telah tumbuh bersama pesatnya perkembangan teknologi informasi, menghabiskan rata-rata…

Artkel Dhamma

Salam Buddhis Ekspresi Dan Harapan

Sebagai makhluk sosial manusia tidak luput dari interaksi atau hubungan dengan individu maupun kelompok lain. Dalam interaksinya, untuk menyatakan keberadaan dirinya, menunjukkan perhatian, dan penghormatan kepada satu individu maupun kelompok lain, seseorang menyampaikan ucapan salam awal dan akhir untuk bertegur sapa dan juga memberikan ekspresi harapan. Sapaan atau ucapan salam dan ekspresi harapan seseorang kepada…

Artkel Dhamma

Ada 4 tipe orang menurut Sang Buddha. 

Ada 4 tipe orang menurut Sang Buddha. Tipe yang manakah anda? Sang Buddha berkata: Saya melihat 4 tipe orang di dunia ini. — Tipe yang pertama adalah tipe yang berlari dari KEGELAPAN MENUJU KEGELAPAN. — Yang kedua, yang berlari dari tempat yang TERANG MENUJU KEGELAPAN. — Tipe yang ke tiga, Yang berlari dari KEGELAPAN MENUJU…

Artkel Dhamma

Menjalankan Hidup Sesuai Dhamma

Hidup di jaman modern yang serba cepat, penuh hal yang terkesan kemrungsung (tergesa-gesa) menuntut kita untuk dapat lebih mengendalikan diri. Perbedaan pendapat, cara berpikir, dan keyakinan seringkali menjadi penyebab konflik kecil yang terkadang menjadi masalah yang kompleks. Berikut ini ada sebuah cerita yang menarik untuk disimak. Suatu hari ada seorang pemuda naik sebuah taksi menuju…

Artkel Dhamma

Kisah Hantu Pemberi Minuman

(Myanmar) Dikisahkan seseorang yang meninggal ke alam peta/hantu (paradatupajivika peta), jika dia lengah, dia dapat terpengaruh oleh hantu lain untuk tetap melekati alam hantunya. Contohnya adalah kisah hantu wanita pemberi minum para bhikku di Myanmar berikut ini.   Alkisah ada seorang wanita Buddhis yang baik dan taat pada agama. Wanita ini tinggal di vihara sebagai…

Artkel Dhamma

Berdana Seperti Bertani di Ladang Subur

Dānañca Dhammacariyā ca, Etammaṅgalamuttamaṁ’ti Berdana dan melakukan kebajikan itulah berkah utama (Maṅgala Sutta)   Buddha bersabda dalam Dhammapada syair 182, Kiccho manussapaṭilābho. adalah sangat sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia.   Kita kini berada di alam manusia, yang Sang Buddha katakan sangat sulit untuk mencapainya, maka hendaknya kita harus menggunakan kesempatan yang ada sebagai manusia…

Artkel Dhamma

ADOSA

(Tidak Membenci, Niat Baik) Adosa bisa diartikan sebagai kelembutan atau tanpa kekejaman. Adosa adalah lawan dari dosa. Mereka yang memiliki adosa berkelakuan sopan, sedangkan mereka dengan dosa bersikap agresif. Mereka mampu menenangkan dirinya sendiri walaupun orang lain berbicara dengan penuh kebencian terhadap mereka, ini karena pikiran mereka penuh damai. Tidak hanya pikiran mereka yang tenang,…

Artkel Dhamma

PAṬIPATTI DHAMMA

“Bagi yang lapar aku memberikan makanan, bagi yang sakit aku memberikan obat, bagi yang ingin menyeberang aku menjadi jembatan.” Sebenarnya ‘aku’ itu hanya konsep/fiksi yang dibuat oleh pikiran kita sendiri. Mengerti bahwa ‘aku’ itu hanya buatan pikiran adalah hasil kecerdasan berpikir. Ini adalah Pariyatti Dhamma (Pengertian Dhamma). Menyadari setiap ‘aku’ yang muncul dalam pikiran tanpa…

Artkel Dhamma

Murid-murid Perempuan yang Terkemuka

Namo Buddhaya Untuk menambah wawasan kita Prajapati – Biksuni Pertama —-   Pada tahun kelima setelah Pencerahan Sempurna, ketika Buddha tinggal di sebuah wihara dekat Wesali, la menerima betita bahwa ayah-Nya sakit keras. Segera la kembali ke Kapilawastu bersama para murid-Nya.   Menjelang ayah-Nya meninggal, Buddha menyampaikan khotbah tentang ketidakkekalan segala sesuatu. Pada akhir khotbah-Nya…