Artkel Dhamma

LIMA JENIS PERDAGANGAN TERLARANG

“Pañcimā, bhikkhave, vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā. Katamā pañca? Satthavaṇijjā, sattavaṇijjā, maṃsavaṇijjā, majjavaṇijjā, visavaṇijjā – imā kho, bhikkhave, pañca vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā”ti. “Bhikkhu, ada lima jenis perdagangan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang upāsaka (umat perumah tangga). Apakah lima itu? Perdagangan senjata, perdagangan makhluk hidup, perdagangan daging, perdagangan minuman memabukkan, dan perdagangan racun. Inilah, para bhikkhu, lima…

Artkel Dhamma

Samantacakkhu mata/penglihatan

“Samantacakkhu” — Dalam hal ini, cakkhu (mata/penglihatan) terdiri atas lima jenis: 1.Buddhacakkhu: “Para bhikkhu, aku memandang dunia dengan mata Buddha” — inilah yang disebut buddhacakkhu. 2. Dhammacakkhu: “Penglihatan Dhamma yang bebas dari debu dan noda” — ini adalah penglihatan awal terhadap jalan, disebut dhammacakkhu. 3. Ñāṇacakkhu: “Mata kebijaksanaan muncul” — ini disebut ñāṇacakkhu. 4. Samantacakkhu:…

Artkel Dhamma

Cīvara Paccavekkhana (Perenungan Jubah)

Pāli: Paṭisaṅkhā yoniso cīvaraṁ paṭisevāmī, yāvadeva sītassa paṭighātāya, uṇhassa paṭighātāya, ḍaṁsamakasa-vātātapa-siriṁsapa-samphassānaṁ paṭighātāya, yāvadeva hirikopīna paṭicchādanatthaṁ.   Artinya: Saya menggunakan jubah ini dengan perenungan bijaksana: Hanya untuk perlindungan dari dingin dan panas, Untuk melindungi diri dari gigitan serangga, nyamuk, angin, terik matahari, dan binatang melata seperti ular, Dan yang terpenting, untuk menutupi bagian tubuh yang dapat…

Artkel Dhamma

MAKNA LUHUR YANG MELEKAT PADA KATA SANNIPATA

Masih banyak umat Buddha yang belum mengetahui apa sesungguhnya arti kata dan makna yang terkandung di dalam kata “Sannipata” sehingga membuat publik menjadi bingung dengan pemakaian kata tersebut di luar dari kebiasaan pemahaman makna yang selama ini dipahaminya. Di bawah ini akan dikupas arti kata serta makna luhur dari kata “Sannipata” dalam Buddhisme. I. ARTI…

Artkel Dhamma

10 KEKUATAN ISTIMEWA BUDDHA/TATHAGATA

Dasabalanti” berarti memiliki sepuluh kekuatan (bala) yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, kekuatan khas milik seorang Tathāgata. Di sini, “kekuatan” (bala) disebut demikian karena kekuatan itu tidak tergoyahkan oleh sebab-sebab yang berlawanan; karena kokoh dan tidak tergoyahkan, maka disebut bala. Ia disebut “Dasabala” karena memiliki sepuluh kekuatan — itulah Sang Buddha. Namun, sepuluh kekuatan Tathāgata…

Artkel Dhamma

Mengenal PINDAPATA WARISAN TRADISI PARA BUDDHA

Pindapata merupakan tradisi yang dilakukan oleh semua Buddha sejak Buddha-Buddha terdahulu hingga Buddha-Buddha mendatang. Buddha Gautama telah memberikan petunjuk bagaimana hendaknya seorang bhikkhu melakukan Pindapata seperti yang telah dijelaskan dalam Majjhima Nikaya 151 – Pindapata Parisuddhi Sutta. I. MAKNA PINDAPATA. Pindapata berarti mengumpulkan dana makanan dengan menjatuhkan dana makanan dari tangan pemberi ke dalam mangkok…

Artkel Dhamma

Perkembangan Kolom Agama Hati Buddha KTP Konghucu

Agama adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama setelah kejadian tahun 1965. Pemerintah Orde Baru mewajibkan setiap warga Indonesia untuk memiliki agama. Di sinilah Kartu Tanda Penduduk mulai mencantumkan kolom agama, dengan pilihan yang terbatas hanya enam yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sering kali di beberapa wilayah pada masa…

Artkel Dhamma

Berkesadaran Hadapi Krisis Iklim Saat Hidup di dunia

Beberapa hari yang lalu, saya beruntung dapat bertemu kembali dengan seorang sahabat lama, Muhammad Zaim. Zaim adalah murid dari Thich Nhat Hanh dan saat ini tinggal di Jerman, membangun sebuah komunitas meditasi. Pertemuan ini membawa saya pada refleksi tentang pentingnya hidup berkesadaran, terutama di bulan Ramadhan ini. Dalam perbincangan kami, Zaim mengungkapkan bahwa minat para…

Tayana Sutta ( SN 2.8 )
Artkel Dhamma

Konsep othering dan karma dalam perspektif buddhis

Dengan hati yang lapang dan pikiran terbuka,  para akademisi dan praktisi Buddhis dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Guang Ming College, Filipina untuk mengikuti Pertemuan The 3rd International Scholar Conference on Humanistic Buddhism. Acara yang berlagsung pada 6-8 April 2025 ini terasa seperti sebuah keluarga besar yang sedang belajar bersama, saling berbagi dengan penuh welas asih tentang bagaimana…