Sabrahmākasutta • Aṅguttara Nikāya 3.31

Sutta ini menceritakan tentang Brahma, apakah kalian pernah melihat brahma?

Para bhikkhu, keluarga-keluarga itu berdiam bersama Brahmā di mana di rumah mereka ibu dan ayah dihormati oleh anak-anak mereka. (2) Keluarga-keluarga itu berdiam bersama guru-guru pertama di mana di rumah mereka ibu dan ayah dihormati oleh anak-anak mereka. (3) Keluarga-keluarga itu berdiam bersama yang-layak-menerima-pemberian di mana di rumah mereka ibu dan ayah dihormati oleh anak-anak mereka.

“‘Brahmā,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi ibu dan ayah. ‘Guru-guru pertama’ adalah sebutan bagi ibu dan ayah. ‘Yang-layak-menerima-pemberian’ adalah sebutan bagi ibu dan ayah. Karena alasan apakah? Ibu dan ayah sangat membantu bagi anak-anak mereka: mereka membesarkan anak-anaknya, memelihara mereka, dan menunjukkan dunia kepada mereka.”

—-
Apakah kalian mengetahui mengapa ayah dan Ibu disebut sebagai Brahmā? dalam Kitab Penjelas Makna, Makhluk Brahmā adalah mereka yang selalu berdiam dalam pikiran cinta kasih (mettā), belas kasih(karuṇā), kegembiraan simpatik(muditā), dan ketenangseimbangan batin(upekkha).

Ayah dan Ibu kita, semenjak mengetahaui kehadiran kita dalam rahim, selalu mengharapkan agar kita lahir dengan sehat, bahagia, terbebas dari berbagai bahaya, dll. untuk alasan inilah kedua orang tua disebut sebagai Brahmā karena cinta kasih (mettā) mereka sejak dari dalam kandungan.

Pada saat kita terlahir, masih bayi atau balita, ketika ada orang jahat atau serangga yang mengigit, mereka langsung berusaha mencegah dan melindungi kita. Pikiran belas kasih, ingin kita terbebas dari bahaya (karuṇā) inilah yang membuat orang tua disebut sebagai Brahmā.

Saat kita tumbuh menjadi dewasa, orang tua kita selalu berbahagia atas kesuksesan dan pencapaian kita, mereka bahagia atas keberhasilan kita (muditā) oleh karenanya mereka disebut sebagai Brahmā

Saat kita telah cukup usia, menikah dan memimpin keluarga kita sendiri, mereka melepaskan berdiam dengan batin yang tenang seimbang (upekkhā) oleh karena hal ini juga orang tua disebut sebagai brahmā.

Lalu mengapa kedua orang tua disebut sebagai guru pertama? karena sebelum guru di sekolah, merekalah yang mengajari kita ‘Duduklah begini, berdirilah begini, berjalanlah begini, tidurlah begini, makanlah begini, minumlah begini. Wahai anakku, ini yang harus kamu sapa sebagai ayah, ini yang harus kamu sapa sebagai saudara laki-laki, ini yang harus kamu sapa sebagai saudara perempuan. Ini yang pantas dilakukan, ini yang tidak pantas. Pantas mendekati orang ini, tidak pantas mendekati orang ini.’

Mengapa kedua orang tua disebut layak menerima persembahan? karena orang tua rela berbuat banyak untuk kita, mulai dari melahirkan, merawat, dan membesarkan kita, orang tua adalah orang yang layak menerima persembahan dari yang dihasilkan oleh anak-anak mereka.

Jadi kedua orang tua adalah brahmā, guru pertama, dan orang yang layak menerima persembahan dari anak2 mereka, sekarang kalian telah tau dan pernah melihat brahma, mereka adalah kedua orang tua kalian.

Sang Buddha melanjutkan, memahami hal ini, anak-anak yang bijaksana haruslah berbakti kepada orang tua mereka dengan memijat, memandikan, memberi makanan dan minuman, mencuci kaki mereka,

mereka yang melakukan hal ini dipuji di masa sekarang dan setelah meninggal akan berbahagia terlahir di surga.

Cukup untuk hari ini, semoga anda dapat memahami dan mengikuti ajaran Buddha untuk mencapai alam tujuan kelahiran yang baik, magga, phala dan Nibbāna.
Sādhu Sādhu Sādhu 🙏🏻

Related Post