“Empat inilah, para bhikkhu, noda-noda bulan dan matahari, yang bila bulan dan matahari terkena oleh noda-noda ini, maka mereka tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.
Apakah empat?
1. Awan, para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.
2. Kabut (embun/mendung tebal), para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.
3. Asap dan debu, para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.
4. Rahu, raja para asura, adalah noda bagi bulan dan matahari.
Inilah, para bhikkhu, empat noda bulan dan matahari; bila terkena noda-noda ini, bulan dan matahari tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.
Demikian pula, para bhikkhu, ada empat noda bagi para petapa dan brahmana. Bila para petapa dan brahmana ternoda oleh noda-noda ini, mereka tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.
Apakah empat?
1. Ada, para bhikkhu, sebagian petapa dan brahmana yang minum minuman keras (mengandung alkohol), arak, dan minuman memabukkan; mereka tidak menahan diri darinya.
Ini adalah noda pertama para petapa dan brahmana.
2. Ada, para bhikkhu, sebagian petapa dan brahmana yang menyerahkan diri pada perbuatan seksual; mereka tidak menahan diri darinya.
Ini adalah noda kedua para petapa dan brahmana.
3. Ada, para bhikkhu, sebagian petapa dan brahmana yang menerima emas dan perak; mereka tidak menahan diri darinya.
Ini adalah noda ketiga para petapa dan brahmana.
4. Ada, para bhikkhu, sebagian petapa dan brahmana yang hidup dari mata pencaharian yang salah; mereka tidak menahan diri darinya.
Ini adalah noda keempat para petapa dan brahmana.
Inilah, para bhikkhu, empat noda bagi para petapa dan brahmana. Bila mereka ternoda oleh noda-noda ini, mereka tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.”
“Dipenuhi oleh nafsu dan kebencian,
ditutupi oleh kebodohan,
mereka bergembira dalam hal-hal yang disenangi.
Mereka minum arak, minuman keras,
menyerahkan diri pada hubungan seksual,
menerima perak dan emas,
hidup dari mata pencaharian salah.
Inilah noda-noda,
diajarkan oleh Buddha, Sahabat Sang Surya.
Karena noda-noda inilah,
para petapa dan brahmana tidak bersinar, tidak bercahaya,
mereka tidak murni, penuh debu.
Tertutup oleh kegelapan,
hamba nafsu, terikat oleh belenggu,
mereka menambah timbunan penderitaan yang mengerikan,
dan mengulangi kelahiran kembali lagi.”
📜 Jadi, inti Upakkilesa Sutta ini:
Sama seperti Bulan dan Matahari bisa redup karena tertutup oleh awan, asap, debu, atau Rahu,
demikian pula para Petapa & Brahmana kehilangan cahaya batin bila ternoda oleh:
1. Minuman beralkohol (sura-meraya),
2. Seks (methuna),
3. Harta (emas-perak),
4. Mata pencaharian salah (micchājīva).
✨ Empat inilah yang oleh Sang Buddha disebut “Upakkilesa”, noda batin yang merusak keagungan seorang pertapa.

