Artkel Dhamma

PERUMPAMAAN LIMA JENIS GELAS

Gelas Pertama adalah gelas yang tertutup. Karena tertutup, gelas ini tidak tidak dapat diisi dengan apapun. Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang tidak mau menerima kebenaran apapun dari orang lain. Orang ini menganggap ajaran orang lain adalah salah, meskipun dirinya sendiri tidak tahu mana yang benar. Ia tak mau menimbang dan merenungkan kata-kata orang lain….

Artkel Dhamma

BUDDHISME 4.0

“Paññavanto ayaṃ dhammo, nāyaṃ dhammo duppaññassā’ti.” Dhamma sesungguhnya untuk orang bijaksana, bukan untuk orang tidak bijaksana. (Anuruddha-mahāvitakka Sutta; AN 8.30) Dewasa ini, agama Buddha mendapat sambutan hangat di berbagai belahan dunia, jauh melebihi di tanah asalnya. Masyarakat luas sangat tertarik mempelajari dan mempraktikkan ajaran Buddha walaupun statusnya bukanlah seorang buddhis. Ajaran yang sudah berumur lebih…

Artkel Dhamma

Kamma Penentu Kelahiran Kembali

Attā hi attano nātho, ko hi nātho paro siyā Attan’āva sudantena, nāthaṁ labhati dullabhaṁ Diri sendiri sesungguhnya adalah pelindung bagi diri sendiri, karena siapa pula yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya? Setelah dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan yang sungguh amat sukar dicari. (Dhammapada 160) Dalam kehidupan kita sebagai manusia tentunya…

Artkel Dhamma

Damai tak Tergoyahkan

Sang Buddha mengajarkan kita untuk merenung-kan kondisi yang mengacaukan pikiran itu. Kapan pun pikiran bergerak, ia menjadi tidak stabil dan tak permanen (anicca), tak memuaskan (dukkha) dan bukan sebuah diri (anattâ). Ini merupakan tiga corak universal dari semua fenomena yang terkondisi. Sang Buddha mengajarkan kita mengamati serta mengkontemplasikan pergerakan pikiran ini. Demikian pula halnya dengan…

Artkel Dhamma

Kisah Arahat Ekudana

Bhikkhu dalam cerita ini hidup di sebuah hutan kecil di dekat Savatthi. Ia dikenal dengan nama Ekudana, sebab ia hanya hafal satu bait saja dari Kitab Udana. Tetapi Thera tersebut mengerti sepenuhnya makna Dhamma yang terkandung dalam bait tersebut. Pada setiap hari uposatha, dia mendesak orang lain untuk mendengarkan Dhamma, dan dia sendiri akan mengucapkan…

Artkel Dhamma

ĀNĀPĀNASSATI

Maka yang dimaksud dengan ānāpānassati adalah: Mengamati masuk dan keluarnya napas, lalu membangkitkan catukka-pañcaka-jhāna (empat atau lima tingkat konsentrasi), kemudian mengembangkan vipassanā hingga mencapai tingkat Arahat — demikian yang dimaksudkan.   Seberapa besar buah dari ānāpānassati? Mahapphalā hoti – ‘Besar buahnya’ itu seberapa besar?   Dijelaskan:   1. Seorang bhikkhu yang berlatih ānāpānassati dengan tekun,…

Artkel Dhamma

Anguttara Nikaya IV – 216

Bhagawa berkata kepada para bhikkhu, “Anggaplah benar bahwa Hatthaka dari Alavi diberkahi dengan tujuh kelebihan yang menakjubkan. Apakah ketujuh hal itu? Ia memiliki keyakinan, kebajikan, kesadaran, takut tercela, terpelajar, kemurahan hati, dan Kebijaksanaan.” Setelah berkata demikian, Bhagawa bangkit dari tempat duduknya dan memasukki tempat tinggal-Nya. Lalu seorang bhikkhu datang ke tempat Hatthaka berada dan memberitahukan…

Artkel Dhamma

Apakah Kita Bisa Merubah Kamma Kita.

Tentu saja bisa. Itulah sebabnya mengapa salah satu langkah dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah Usaha Benar. Hal ini bergantung pada ketulusan hati, seberapa besar energi yang kita keluarkan dan seberapa kuat kebiasaannya. Tetapi memang betul bahwa beberapa orang menjalani hidupnya dibawah pengaruh dari kebiasaan mereka, tanpa melakukan usaha untuk mengubahnya dan menjadi korban dari…

Artkel Dhamma

Berputar dalam saṃsāra

Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Hari berlalu dan fenomena ini terus berjalan tanpa henti, 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun, dan demikian seterusnya. Pada suatu ketika ada sepasang sahabat yang sangat akrab, dapat dikatakan mereka berdua adalah teman sejati, si A dan si B. Sayangnya kehidupan mereka berdua bagaikan langit…

Artkel Dhamma

Maṅgala Sutta – 38 Berkah Utama

Maṅgala sutta (Khuddakapāṭha 5 & Sutta Nipāta 2.4) adalah khotbah tentang 38 berkah utama. Di sini sesosok dewa datang dan bertanya kepada Sang Buddha apa arti sebenarnya dari berkah. Ia bertanya karena terdapat banyak pandangan yang berbeda-beda tentang arti dari sebuah berkah. Banyak orang beranggapan bahwa hal yang patut disebut sebagai berkah adalah berbagai hal…