ĀNĀPĀNASSATI

Maka yang dimaksud dengan ānāpānassati adalah:

Mengamati masuk dan keluarnya napas, lalu membangkitkan catukka-pañcaka-jhāna (empat atau lima tingkat konsentrasi), kemudian mengembangkan vipassanā hingga mencapai tingkat Arahat — demikian yang dimaksudkan.

 

Seberapa besar buah dari ānāpānassati?

Mahapphalā hoti – ‘Besar buahnya’ itu seberapa besar?

 

Dijelaskan:

 

1. Seorang bhikkhu yang berlatih ānāpānassati dengan tekun, bahkan hanya dengan duduk di satu tempat, mampu memusnahkan seluruh noda batin dan mencapai ke-Arahatan.

 

2. Jika belum bisa, maka saat kematian ia akan mencapai samasīsī (artinya: mencapai tingkat kesucian dengan kesadaran yang jernih saat wafat).

 

3. Jika belum juga bisa, maka setelah terlahir di alam dewa, ia mendengar Dhamma dari dewa yang adalah penceramah Dhamma (dhammakathika-devaputta) dan dari sana mencapai Arahat.

 

4. Jika tidak juga, maka saat tidak ada Buddha muncul di dunia, ia bisa merealisasi Paccekabodhi (menjadi Paccekabuddha).

 

5. Jika itu pun tidak tercapai, maka saat Buddha yang lain muncul kembali di dunia, seperti halnya Bhikkhu Bāhiya dan yang sejenisnya, ia menjadi seorang yang cepat mencapai Pengetahuan Tertinggi (khippābhiññā).

 

Begitu besarnya buah dari latihan ini.

Kata mahānisaṃsā (bermanfaat besar) adalah sinonim dari mahapphalā.

 

Sebagaimana dikatakan:

 

“Ānāpānassatī yassa, paripuṇṇā subhāvitā;

Anupubbaṃ paricitā, yathā buddhena desitā;

Somaṃ lokaṃ pabhāseti, abbhā muttova candimā.”

(Theragāthā 548; Paṭisambhidāmagga 1.1.60)

 

Artinya:

“Bagi siapa pun yang memurnikan dan mengembangkan perhatian pada napas sebagaimana telah diajarkan oleh Buddha,

secara bertahap dan bertahap mempraktekkannya, maka ia akan menerangi dunia

seperti bulan yang lepas dari awan.”

Related Post