“Demikian pula, para bhikkhu, ada empat noda (kekotoran) bagi para pertapa dan brāhmaṇa, yang dengannya, para pertapa dan brāhmaṇa tertentu, yang ternoda oleh noda-noda ini, tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang. Apakah empat ini?”
1. “Ada, para bhikkhu, beberapa pertapa dan brāhmaṇa yang meminum minuman keras dan arak; mereka tidak menahan diri dari meminum minuman keras dan arak.
Ini, para bhikkhu, adalah noda pertama bagi para pertapa dan brāhmaṇa, oleh karena ternoda dengan noda ini, beberapa pertapa dan brāhmaṇa tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang.”
2. “Ada, para bhikkhu, beberapa pertapa dan brāhmaṇa yang melakukan hubungan seksual; mereka tidak menahan diri dari hubungan seksual.
Ini, para bhikkhu, adalah noda kedua bagi para pertapa dan brāhmaṇa, oleh karena ternoda dengan noda ini, beberapa pertapa dan brāhmaṇa tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang.”
3. “Ada, para bhikkhu, beberapa pertapa dan brāhmaṇa yang menerima emas dan perak (yaitu uang); mereka tidak menahan diri dari menerima emas dan perak.
Ini, para bhikkhu, adalah noda ketiga bagi para pertapa dan brāhmaṇa, oleh karena ternoda dengan noda ini, beberapa pertapa dan brāhmaṇa tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang.”
4. “Ada, para bhikkhu, beberapa pertapa dan brāhmaṇa yang hidup dengan mata pencaharian yang salah; mereka tidak menahan diri dari mata pencaharian yang salah.
Ini, para bhikkhu, adalah noda keempat bagi para pertapa dan brāhmaṇa, oleh karena ternoda dengan noda ini, beberapa pertapa dan brāhmaṇa tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang.”
“Demikianlah, para bhikkhu, ada empat noda bagi para pertapa dan brāhmaṇa, yang karena ternoda oleh noda-noda ini, mereka tidak bersinar, tidak terang, tidak cemerlang.”

