Mengenal Alam Raksasa Asura-yoni

Asurayoni atau Alam Iblis Asurakâya.

Asurakâya terbentuk atas tiga kosakata, yaitu 

~ ‘a‘ yang merupakan unsur pembalik (artinya tidak),

~ ‘sura‘ yang berarti ‘cemerlang, gemilang’, dan

~ ‘kâya‘ yang berarti ‘tubuh’.

Namun, yang dimaksud dengan ‘tak cemerlang’ di sini bukanlah tidak adanya cahaya yang memancar dari tubuh, melainkan suatu kehidupan yang merana dan serba kekurangan sehingga membuat batin tidak berceria.

Istilah ‘asura’ juga berasal dari kisah kejatuhannya dari Surga Tâvatimsa [karena terkalahkan oleh Sakka dan pengikutnya] akibat minuman memabukkan (surâ).

Asurakaya adalah alam Iblis penentang Dewa. Mereka senantiasa menebarkan “peperangan” terhadap para Dewa.

Dan itu semua adalah karena sebelumnya mereka pernah bertinggal di alam kedewaan; asurakâya kadangkala juga disebut sebagai ‘pubbadevâ‘.

Kisah ini serupa kisah dalam agama Kristen mengenai kejatuhan LUCIFER dari alam para Malaikat (Surga) dan kemudian Lucifer serta pengikut²nya menjadi penentang Tuhan.

Sangat serupa penggambaran tentang “peperangan di surga” antara Lucifer dengan para malaikat Tuhan, dimana Saint Michael berperan sebagai salah satu malaikat Tuhan yang turut “mengalahkan” Lucifer.

Mengapa kisah ini bisa sama ?

Karena sebenarnya yang dikisahkan adalah “sama”. Sehingga yang dimaksud dalam Kristen kisah “peperangan di surga” antara Lucifer dan para pengikutnya melawan Tuhan dan para malaikatnya, adalah kisah peperangan antara Asura dengan Dewa Sakka serta para pengikutnya.

Asurakâya atau iblis terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

• Iblis berupa dewa (deva-asurâ)

• Iblis berupa setan (peti-asurâ),

• Iblis berupa penghuni neraka (niraya-asurâ).

Deva-asurâ terdiri atas vepacitti, râhu, subali, pahâra, sambaratî, dan vinipâtika.

Peti-asurâ terdiri atas kâlakañcika, vemânika dan âvuddhika.

Niraya-asurâ hanya terdiri atas satu jenis, yaitu yang menderita kelaparan dan hidupnya bergelantungan seperti kelelawar.

Related Post