Sutta Center

Kisah Sepasang Brahmana yang dahulunya Adalah Orangtua Buddha Pada Masa Lampau

Pada suatu ketika, setelah menetap di Sāvatthī selama masa vassa, Bhagavā melakukan perjalanan, dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan itu akan membantu memelihara kesehatanNya, menetapkan peraturan-peraturan baru bagi para bhikkhu, menjinakkan (melalui percakapan dan khotbah) mereka yang layak dijinakkan, membabarkan kisah-kisah kelahiran Buddha jika situasinya tepat. Dalam perjalanan itu, Bhagavā sampai di Sāketa pada suatu senja dan…

Artkel Dhamma

Buddha Kembali dari Surga Tāvatiṁsa

Tepat menjelang masa kediaman musim hujan-Nya yang ketujuh, pada hari bulan purnama bulan Āsāḷha, Bhagavā kembali melakukan Mukjizat Ganda (Yamaka Pāṭihāriya) di kaki pohon gaṇḍamba di gerbang Kota Sāvatthi untuk menghancurkan kesombongan dan gengsi dari kaum sesat. Kemudian, Bhagavā menuju ke Surga Tāvatiṁsa dan melewati masa kediaman musim hujan selama tiga bulan di sana.  …

Sutta Center

Khotbah-Khotbah Kepada Anāthapiṇḍika

Bilamana Bhagavā tengah berdiam di Vihāra Jetavana, Anāthapiṇḍika akan mengunjungi-Nya secara teratur dua kali sehari—kadang-kadang dengan banyak temannya—dan selalu memberikan dana bagi para sāmaṇera muda. Akan tetapi, karena khawatir Bhagavā menjadi letih oleh dirinya, ia tak pernah bertanya kepada-Nya. Namun atas kehendak-Nya sendiri, Bhagavā membabarkan kepadanya pelbagai khotbah, yang beberapa di antaranya tercantum di dalam…

Artkel Dhamma

Jatuh Dari Sebatang Pohon

Jika kita melihat “Patticasamupada” sebagaimana tertulis di dalam kitab-kitab, kita katakan bahwa : Ketidaktahuan akan mengakibatkan kegiatan, Kegiatan mengakibatkan kesadaran, Kesadaran mengakibatkan batin dan jasmani Batin dan jasmani mengakibatkan enam dasar indra. Enam dasar indra membangkitkan hubungan indra. Hubungan indra akan mengakibatkan perasaan. Perasaan mengakibatkan nafsu keinginan. Nafsu keinginan akan mengakibatkan kemelekatan Kemelekatan membangkitkan keberadaan….

Artkel Dhamma

DHAMMA Memang Bukan Barang Baru

Kecenderungan manusia pada umumnya adalah selalu ingin mencari sesuatu yang baru. Ini karena sifatnya yang pembosan dan karena kenyataan dari tidak kekalnya dan tidak tetapnya hati dan pikiran manusia (anicca). Tak pelak lagi, semuanya yang telah didapatkan segera akan ditinggalkan, dan ia mulai lagi mencari-cari sesuatu yang baru (menurut pandangannya). Celakannya, karena sempitnya pengetahuan manusia,…