Sutta Center

PALOKA SUTTA (Aṅguttara Nikāya 3.56)

Kemudian, seorang brāhmaṇa kaya raya mendatangi Sang Bhagavā… [setelah memberi penghormatan] … lalu setelah duduk di satu sisi, brāhmaṇa kaya itu berkata kepada Sang Bhagavā: “Telah kudengar, Yang Mulia Gotama, bahwa para brāhmaṇa zaman dahulu—para tetua dan guru besar masa lampau—sering berkata: ‘Dahulu, dunia ini seolah-olah dipenuhi oleh manusia sampai seperti neraka Avīci—dengan padatnya pemukiman…

Sutta Center

KESAKTIAN BUDDHA

Para Buddha adalah makhluk agung, makhluk istimewa, sedemikian rupa sehingga di seluruh alam semesta dengan para dewa dan manusia, apa pun yang dapat dilihat, didengar, dipikirkan, dipahami, dicapai, dicari, atau dijelajahi dengan pikiran — tidak ada satu pun objek bentuk (rūpārammaṇa) yang dibedakan menurut warna seperti biru dan sebagainya, tidak ada satu pun objek suara…

Sutta Center

MANFAAT MENGHINDARI MAKAN MALAM

Evaṃ me sutaṃ – ekaṃ samayaṃ bhagavā kāsīsu cārikaṃ carati mahatā bhikkhusaṅghena saddhiṃ. Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi – “Ahaṃ kho, bhikkhave, aññatreva rattibhojanā bhuñjāmi. Aññatra kho panāhaṃ, bhikkhave, rattibhojanā bhuñjamāno appābādhatañca sañjānāmi appātaṅkatañca lahuṭṭhānañca balañca phāsuvihārañca. Demikianlah yang telah saya dengar. Pada suatu waktu, Sang Bhagavā (Yang Terberkahi) sedang melakukan perjalanan keliling di wilayah…

Sutta Center

Aṅguttara Nikaya Pīti Sutta

Bhagavā bersabda: “Bagus, bagus sekali, Sāriputta! Benar, Sāriputta, ketika seorang ariyasāvaka hidup dengan mengalami kebahagiaan dari keterasingan, lima kondisi batin ini tidak muncul : 1. Penderitaan dan kesedihan yang berkaitan dengan nafsu keinginan tidak muncul. 2. Kebahagiaan dan kegembiraan yang berkaitan dengan nafsu keinginan tidak muncul. 3. Penderitaan dan kesedihan yang berkaitan dengan hal-hal tidak…

Sutta Center

Saṃyutta Nikāya Satti Suttapittaka

“Bagaikan, para bhikkhu, sebuah tombak yang bermata sangat tajam. Lalu seseorang datang dan berkata, ‘Aku akan menangkap, menahan, dan membalikkan tombak tajam ini dengan tangan atau dengan kepalan tanganku.’ Bagaimana pendapat kalian, para bhikkhu, apakah orang itu mampu menangkap, menahan, dan membalikkan tombak bermata tajam itu dengan tangan atau dengan kepalan tangannya?” “Tidak mungkin, Bhante,”…

Sutta Center

Ulūka (Burung Hantu) Jātaka [Jā 270] 

Kudengar dari semua kawanan burung.” — Ini dikisahkan oleh Guru saat berdiam di Jetavana, tentang pertarungan antara burung gagak dan burung hantu.   Pada waktu itu, burung gagak memakan burung hantu di siang hari, dan di malam hari burung hantu terbang ke sana kemari, memotong kepala burung gagak saat mereka tidur, sehingga mereka mati. Di…

Sutta Center

Sujāta Jātaka [Jā 269] 

“Meski tampilannya tidak sempurna.” — Ini dikisahkan oleh Guru saat berdiam di Jetavana tentang Sujāta, menantu Anāthapiṇḍika; putri saudagar besar Dhanañjaya, dan adik bungsu dari Visākhā. Dikatakan bersama banyak pengikutnya dia masuk ke rumah Anāthapiṇḍika dengan penuh keangkuhan, “Aku adalah putri dari keluarga besar,” angkuh, keras, pemarah, kejam, dan kasar; tidak melakukan kewajibannya terhadap ibu…

Sutta Center

Ārāmadūsaka (Penghancur Taman) Jātaka [Jā 268]

“Siapa pun yang berasosiasi bersama.” — Ini dikisahkan oleh Guru saat berdiam di pedesaan dekat Dakkhiṇāgiri, tentang seorang putra tukang kebun. Dikatakan Guru setelah melewatkan musim hujan meninggalkan Jetavana, dan melakukan perjalanan ke pedesaan dekat Dakkhiṇāgiri. Pada saat itu seorang upāsaka mengundang Komunitas bhikkhu dengan Buddha sebagai pemimpinnya, setelah mempersilakan mereka duduk di taman dan…

Sutta Center

Upāhana Jātaka [Jā 231]

“Bagaikan sepasang sandal yang dibeli seseorang.” — Ini dikisahkan oleh Guru saat berdiam di Veḷuvana, tentang Devadatta. Para bhikkhu mengangkat pembicaraan di Dhammasabhā: “Āvuso, Devadatta setelah menolak gurunya, menjadi lawan dan musuh Tathāgata, (pada akhirnya) mengalami kehancuran total.” Guru datang: “Para bhikkhu, apa yang sedang kalian perbincangkan saat duduk bersama di sini. Mereka memberitahunya. Guru…

Sutta Center

SUTTA NIPĀTA-SAMMĀPARIBBĀJANIYA SUTTA

2.13. Kesempurnaan dalam Kehidupan Mengembara PERTANYAAN Kepada Sang Petapa yang memiliki kebijaksanaan tinggi, seorang yang telah menyeberang, Ke pantai seberang, sepenuhnya Sejuk, seimbang Yang telah meninggalkan rumah, Kenikmatan-indriawi tersingkir, aku bertanya: Bagaimanakah seorang bhikkhu mengembara dengan benar di dunia? BUDDHA Yang telah menghancurkan (kepercayaan) dalam pertanda-pertanda, dalam keberuntungan, Munculnya mimpi-mimpi dan tanda-tanda lainnya, Yang telah…