Sutta Center

Teman-teman Sutta

Vimāna Vatthu Vv 2.9 Sunandā Sutta Rumah Besar Sunanda _Seseorang dapat memperoleh banyak kebahagiaan dengan menaati ajaran dan memberikan sedekah kepada Sangha yang Mulia._   Moggallana Bhante: Devata, kecantikanmu bersinar ke segala arah seperti bintang terang bernama Osadhi. Apa saja perbuatan baik yang membawa kebahagiaan ini? Katakan padaku, Devata, perbuatan baik apa yang kau lakukan…

Sutta Center

MENYEMBUNYIKAN DIRI DARI AKIBAT-AKIBAT PERBUATAN JAHAT

Na antalikkhe na samuddamajjhe, na pabbatānaṁ vivaraṁ pavissa, na vijjatī so jagatippadeso, yatraṭṭhito mucceyya pāpakammā. Tiada suatu kawasan di dunia, baik di angkasa, di tengah samudera, atau menyusup ke celah gegunungan – di mana pun berada, seseorang dapat lolos dari (akibat) perbuatan buruknya. (Dhammapada syair 127) Di dunia ini banyak ajaran yang mengklaim atau menyatakan…

Sutta Center

Mahāsīlava Jātaka

“Berusaha keraslah, saudaraku.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang telah melepaskan semua usahanya. Guru bertanya: “Apakah benar bhikkhu bahwa kau melepaskan semua usahamu? “Āma, Bhante. Guru berkata: “Mengapa bhikkhu, kau menyerah dalam usahamu dalam ajaran yang menuju pembebasan?” Di masa lalu orang bijak telah kehilangan kerajaan mereka,…

Sutta Center

Dummedha Jataka

“Seribu pelaku kejahatan.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berada di Jetavana, tentang tindakan yang dilakukan demi kebaikan dunia, seperti yang akan dijelaskan dalam Buku Kedua Belas di Mahākaṇhajātaka. Suatu ketika Brahmadatta memerintah di Bārāṇasī, Bodhisatta terlahir kembali di dalam rahim Permaisuri. Ketika dia lahir, dia diberi nama Pangeran Brahmadatta pada hari penamaannya. Pada…

Sutta Center

Kisah Sepasang Brahmana yang dahulunya Adalah Orangtua Buddha Pada Masa Lampau

Pada suatu ketika, setelah menetap di Sāvatthī selama masa vassa, Bhagavā melakukan perjalanan, dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan itu akan membantu memelihara kesehatanNya, menetapkan peraturan-peraturan baru bagi para bhikkhu, menjinakkan (melalui percakapan dan khotbah) mereka yang layak dijinakkan, membabarkan kisah-kisah kelahiran Buddha jika situasinya tepat. Dalam perjalanan itu, Bhagavā sampai di Sāketa pada suatu senja dan…

Sutta Center

Khotbah-Khotbah Kepada Anāthapiṇḍika

Bilamana Bhagavā tengah berdiam di Vihāra Jetavana, Anāthapiṇḍika akan mengunjungi-Nya secara teratur dua kali sehari—kadang-kadang dengan banyak temannya—dan selalu memberikan dana bagi para sāmaṇera muda. Akan tetapi, karena khawatir Bhagavā menjadi letih oleh dirinya, ia tak pernah bertanya kepada-Nya. Namun atas kehendak-Nya sendiri, Bhagavā membabarkan kepadanya pelbagai khotbah, yang beberapa di antaranya tercantum di dalam…

Sutta Center

Yasodharā

Yasodharā Bhikkhunī yang Terkemuka dalam Melihat Kehidupan Lampau (Mahābhiññappattaṁ) Setelah menjalani hidup berkeluarga selama tiga belas tahun bersama Pangeran Siddhattha, pada usia dua puluh sembilan tahun, Putri Yasodharā melahirkan putra tunggalnya, Rāhula. Pada hari itu pula suaminya yang tercinta, Pangeran Siddhattha, meninggalkan keduniawian, serta meninggalkan dirinya dan bayi yang baru lahir itu, untuk mencari jalan…

Sutta Center

Aṅguttara Nikāya 1.1Hingga 1.10

AN 1.1 hingga AN 1.10* dari Aṅguttara Nikāya adalah bagian dari ajaran Buddha yang sangat tajam dan realistis tentang sifat keterikatan indria, khususnya dalam konteks ketertarikan seksual antara laki-laki dan perempuan. Mari kita bahas secara bertahap: — 1. Apa Makna Buddha Mengatakan Pikiran Laki-Laki Terobsesi oleh Perempuan (dan Sebaliknya)? Buddha tidak sedang menyatakan bahwa ini…

Sutta Center

62 pandangan salah Sutta yg panjang tapi patut untuk diketahui

Sīlakkhandhavagga DN 1 Brahmajālasutta—Indra Anggara Dīgha Nikāya Sīlakkhandhavagga Brahmajāla Sutta   1. Jaring Tertinggi Apa yang Bukan Ajaran   Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang melakukan perjalanan di sepanjang jalan utama antara Rājagaha dan Nāḷandā disertai oleh lima ratus bhikkhu. Dan pengembara Suppiya juga sedang melakukan perjalanan di jalan itu bersama muridnya,…

Sutta Center

Dharma sebagai Perahu

SUTTA NIPĀTA NĀVĀ SUTTA 2.8. Dharma sebagai Perahu Bagaikan para deva yang menghormati raja mereka, Raja Indra, Demikian pula orang itu yang darinya seseorang mengetahui Dharma, Terhormat, berpikiran-jernih, dan juga sangat terpelajar, Guru itu menerangkan kata-kata Dharma. Setelah mempertimbangkan hal ini, orang bijaksana itu, Sewaktu, mempraktikkan Dharma menurut Dharma Menjadi terpelajar, cerdas, juga berpikiran halus,…