Menjadi Ada dan Lahir Kembali
Menjadi ada kembali (Pali: punabbhava; Skt: punarbhava) adalah keberadaan, keberlanjutan atau berlangsungnya kembali kehidupan makhluk di alam kehidupan (Pali, Skt: saṃsāra – lingkaran hidup dan mati) setelah mengalami kematian. Menjadi ada kembali, dalam bahasa Pali adalah punabbhava yang berasal dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti “lagi” atau “kembali”, sedangkan kata “bhava” berarti menjadi ada/eksis. Jadi, secara harfiah, punabbhava berarti…
Upali Unggul Dalam Menjaga Peraturan
Lahir Dalam Kasta Budak — Upāli dan Buddha Sakyamuni sama-sama dilahirkan di Kerajaan Kapilavatthu. Namun, sementara Buddha dilahirkan di istana dan tergolong kasta Ksatriya, Upāli tergolong dalam kasta Sudra. Sudra adalah kasta terbawah di India yang terdiri dari para budak pada masa itu. Jika budak dari kasta Sudra melihat orang dari kasta Brahma dan kasta…
Empat kualitas akan ditempatkan di neraka
“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki empat kualitas akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana. Apakah empat ini? •Perilaku buruk melalui jasmani, •perilaku buruk melalui ucapan, •perilaku buruk melalui pikiran, dan •tidak bersyukur atau tidak berterima kasih. Seorang yang memiliki keempat kualitas ini akan ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa ke sana.” “Para bhikkhu, seseorang…
Kiṁpakka (Buah Apa yang Masak) Jātaka [Jat 85]
“(Di mana) keburukan di masa depan tidak diketahui.” – Kisah ini diceritakan oleh Guru saat berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang merasa tidak puas. Tradisi mengatakan ada seorang putra keluarga tertentu yang memberikan hatinya pada ajaran Buddha dan meninggalkan keduniawian. Suatu hari ketika dia sedang berkeliling untuk menerima dana makanan di Sāvatthī, dia melihat…
Tentang Abhidhamma
Ada sebuah pertanyaan yang selalu dipertanyakan, yaitu kenapa Abhidhamma diajarkan oleh Sang Buddha di alam Dewa (Tavatimsa) dan bukan di alam Manusia? Dr. Mehm Tin Mon menjelaskan sebagai berikut; Sang Buddha mengatakan : Bumi ini sedang berproses panjang sekali atau berkalpa-kalpa dan banyak Buddha yang muncul di dunia ini seperti banyaknya jumlah pasir yang ada…
Kisah Yakkha yang Terperdaya
[Dikutip dari Pali Rasavahini] Setelah Sang Bhagavā parinibbana, konon di wilayah Raja Kosala terdapat sebuah desa bernama Tuṇḍagāma. Di sana tinggallah seorang pria bernama Buddhadāsa yang menjalani hidupnya dengan berlindung kepada Sang Buddha hingga akhir hayatnya, dengan merenungkan, ‘Hingga akhir hayat aku pergi berlindung kepada Sang Buddha. Sang Buddha adalah perlindunganku, pertahananku, tempat bernaungku, dan…
PATICCASAMUPPADA
“Dengan adanya ini, terjadilah itu. Dengan timbulnya ini, maka timbulah itu. Dengan tidak adanya ini, maka tidak adalah itu. Dengan lenyapnya ini, maka lenyaplah itu.“ (KHUDDHAKA NIKAYA, UDANA 40 ) Sebab musabab yang saling bergantungan (Paticcasamuppada) itu seringkali dibabarkan oleh Sang Buddha dan ini merupakan pokok Dharma yang penting sekali dalam Buddha Dhamma. Doktrin yang…
Kisah Teman-teman Visakha
(Dhammapada syair 146) Terdapat 500 orang pria dari Savatthi, mereka mengharapkan istri-istrinya menjadi orang yang murah hati, baik hati dan bersusila seperti Visakha. Kelima-ratus pria tersebut mengirim para istrinya kepada Visakha agar menjadi teman dekat Visakha. Pada pesta Bacchanalian yang berlangsung selama 7 hari, istri-istri tersebut mengambil semua minuman keras yang ditinggalkan suami mereka dan…
Pengertian Cinta dalam Agama Buddha
Piyadassi dalam bukunya “The Buddha’s Ancient Path” menyatakan cinta adalah suatu kekuatan aktif, setiap tindakan mencintai dilakukan dengan pikiran tak bernoda untuk menolong, membantu, menyenangkan, membuat jalan lebih mudah, lebih halus, menaklukkan kesedihan dan merupakan kebahagiaan tertinggi (Dhammananda, 2003:242-243). Dalam agama Buddha banyak istilah mengenai kata Cinta, seperti : Piya, Pema, Rati, Kama, Tanha,…






