- (Myanmar)
Dikisahkan seseorang yang meninggal ke alam peta/hantu (paradatupajivika peta), jika dia lengah, dia dapat terpengaruh oleh hantu lain untuk tetap melekati alam hantunya. Contohnya adalah kisah hantu wanita pemberi minum para bhikku di Myanmar berikut ini.
Alkisah ada seorang wanita Buddhis yang baik dan taat pada agama.
Wanita ini tinggal di vihara sebagai pembantu vihara yang biasa menyediakan minuman bagi para bhikkhu.
Wanita ini di kenal sebagai ” pot lady.”
Suatu hari wanita ini meninggal dunia karena sakit dan terlahir kembali di alam hantu-peta.
Sanak keluarganya telah memberikan wanita ini pemakaman yang layak serta mengundang para bhikkhu untuk pelimpahan jasa.
Namun, setelah seminggu kematiannya, si hantu wanita ini sepertinya belum bisa bertumimbal lahir kembali.
Hal ini di karenakan setelah seminggu kematiannya, seorang pelayan vihara pengganti wanita ini merasa ada hal yang janggal di dapurnya yaitu pada jam-jam sebelum bhikkhu makan pagi dan makan siang. Pada saat2 itulah terdapat suara berisik gelas-gelas dan piring-piring di dapur.
Suatu saat, ada seorang bhikkhu yang mampu melihat hantu wanita ini dengan kemampuan batinnya.
Dalam sebuah dialog dengannya, hantu wanita ini bercerita bahwa dia merasa sangat sedih.
Dia berkata dan minta pada bhikkhu tersebut supaya di adakan upacara pelimpahan jasa untuk dia agar dia bisa segera keluar dari alam hantu. Bhikkhu tersebut memberitahu hantu wanita tersebut bahwa keluarganya telah memberi pelimpahan jasa kepadanya tepat setelah pemakamannya.
Hantu itu terkejut dan meminta maaf kepada bhikkhu itu. Dia lalu menceritakan mengapa dia tidak hadir saat pelimpahan jasa untuknya itu di lakukan. Ternyata hantu wanita ini sesaat setelah dia terlahir di alam hantu, dia berkenalan dengan hantu-hantu lain dan menjadi teman. Teman-teman hantunya ini mempengaruhi dia untuk pergi dan jalan-jalan ke tempat yang indah di alam hantu. Teman-teman hantu wanita ini tau bahwa jika hantu wanita ini tidak segera tumimbal lahir dan masih gentayangan, sanak saudara wanita ini pasti akan sering memberikan banyak persembahan sesajian dan makanan. Ini bisa menjadi pesta besar bagi para teman-teman hantu wanita ini. Akhirnya setelah hantu wanita ini bercerita pada bhikkhu tersebut, lalu diadakanlah pelimpahan jasa untuk wanita ini, dan diapun bisa segera terlahir kembali dan keluar dari alam hantu.
Kisah hantu wanita ini mengingatkan bahwa jika terlalu lama tinggal di alam peta khususnya paradatu (hantu gentayangan), maka akan susah untuk keluar dari alam itu.
Hantu wanita tersebut di butakan oleh teman-teman hantunya supaya terus melekati alam hantu tersebut.
Dan jika hal ini terjadi dalam waktu yang sangat lama, hantu wanita ini dapat menjadi hantu asura kalakancika.
Ada lagi jenis hantu lain, adalah hantu vemanika yaitu hantu asura yang menderita di pagi hari dan berbahagia di malam hari. Masyarakat sering mengenal hantu ini dengan sebutan vampir.
Asura adalah sejenis mahkluk setengah dewa atau biasa di kenal sebagai iblis, siluman, atau jin. Kategori mahkluk ini berbeda dari hantu (peta) maupun dewa. Mahkluk ini cenderung memiliki kekuatan, kesenangan, dan usia panjang seperti para dewa, namun mereka bukanlah dewa. Kehidupan mereka pun juga sangat berbeda dengan kehidupan di alam-alam menderita di mana mahkluk menderita lain seperti peta tidak dapat merasakan kesenangan. Di alam asura, mereka masih dapat merasakan kesenangan.
Sang Buddha mengelompokkan mahkluk ini menjadi 3 kelompok:
- Dewa Asura: asura yang dulunya adalah dewa namun karena perbuatan buruknya di usir dari alam surga
- Niraya Asura : asura yang tinggal di alam neraka
- Peta Asura: peta/ Hantu yang memiliki kekuatan seperti asura
Ciri-ciri dari masing-masing asura ini sungguh berbeda. Namun, dari segi karakteristik, para asura ini sama-sama memiliki pikiran yang berakarkan kesombongan (manna), iri hati (issa), dan keserakahan (lobha) yang kuat. Mereka juga lalai menjalankan Dhamma dan melatih sila mereka.
Demikian penjelasan dari masing-masing kategori:
Dewa Asura
Dari ketiga jenis asura, dewa asura inilah yang tergolong paling kuat sebab dari kelahiran, mereka terlahir sebagai dewa, tetapi karena perbuatan buruk mereka, mereka harus di usir keluar dari alam surga. Sejarah tentang di usirnya para asura ini di ceritakan di berbagai sutta seperti Deva Sutta, Vepacitti Sutta, dan Subhasita Jaya Sutta. Dalam sutta-sutta ini di kisahkan oleh Sang Buddha, pada jaman dahulu para dewa tinggal bersama-sama di atas gunung Meru dan menikmati kebahagiaan surgawi mereka. Namun, ada beberapa dewa yang kemudian memiliki perilaku yang tidak layak seperti melanggar moralitas dan minum-minum keras. Sakka raja para dewa pada saat itu kemudian mengambil tindakan dengan mengusir para dewa yang tidak bermoral itu keluar dari alam surga (Tavatimsa) menuju ke bawah gunung meru dan ke alam manusia. Oleh karena pengusiran inilah para dewa yang tidak bermoral itu tidak terima kemudian mereka membenci para dewa dan berseteru dengan para dewa.
Sakka memimpin perang dengan asura/iblis
Walaupun kehidupan mereka memang masih baik, namun pikiran mereka sering cemas dan gelisah serta haus akan kekuasaan dan pengikut. Hal ini mungkin di sebabkan akibat kejatuhan mereka dari alam dewa. Beberapa penguasa dewa asura yang terkenal adalah Vepacitti, Rahu, Subali, Pahara, Sambarati, dan Vinipatika. Di Buddha Vamsa di kisahkan pula bahwa istri dewa Sakka yang bernama Suja juga merupakan putri asura. Karena ikatan cinta dari kelahiran lampau kepada istrinya, dewa Sakka mencoba untuk menculik istrinya Suja dari para asura dan membawanya ke alam dewa. Ini adalah bukti bahwa sebenarnya dewa asura secara kelahiran adalah dewa namun karena perbuatan merekalah yang menyebabkan mereka turun statusnya.
Niraya Asura -Iblis Neraka
Asura jenis ini paling jarang di ceritakan sebab mereka tinggal di alam neraka dan jarang di jumpai di alam manusia. Asura jenis ini di ceritakan hidup berdampingan dengan mahkluk neraka. Mereka juga terkadang senang menyiksa para mahkluk neraka. Di dalam Buddha Vamsa, di kisahkan dewa Yama (penguasa surga ketiga) adalah yang bertugas mengatur para iblis neraka ini. Dewa Yama memiliki salah satu senjata terdasyat yang ada di muka bumi yang berada di mata ketiganya. Dengan mata ketiga inilah dewa Yama mampu mengatur para iblis neraka ini. Dalam buku ” menguak misteri kematian ” deskripsi niraya asura berujuk pada asura yang berwujud kelelawar yang tinggal bergelantungan di alam neraka.
Peta Asura-Hantu Asura
Peta asura adalah mahkluk yang terlahir di alam peta atau hantu yang memiliki kekuatan dan sifat seperti asura. Asura jenis ini di dalam petavathu di kategorikan dalam kalakancika, vemanika, dan avuddhika. Kalakancika adalah peta asura yang memiliki kekuatan. Mereka biasanya adalah hantu yang terlalu lama tinggal di alam hantu kemudian karena kemelekatannya semakin kuat menjadi faktor bagi hantu ini untuk menjadi asura. Oleh karena itu biasanya jika seseorang meninggal menuju ke alam hantu atau peta, maka sanak saudaranya di anjurkan untuk segera melimpahkan jasa kepada mereka supaya mereka segera terbebas dari alam hantu. Jika tidak, maka akan susah bagi mereka untuk bertumimbal lahir lagi di karenakan kemelekatan mereka semakin meningkat.
PETA 4 (terdpt dlm kitab suci Petavatthu-Atthakatha)
1. Paradattupajivika- Peta : Hantu yg memelihara hidupnya dengan memakan makanan yg disuguhkan orang dalam upacara sembahyang.
2. Khupapipasika- Peta : Hantu yg selalu lapar dan haus.
3. Nijjhamatanhika- Peta : Hantu yg selalu kepanasan.
4. Kalakancika- Peta : Hantu yg sejenis Asura.
Penjelasan : Hanya Paradattupajivika- Peta saja yg dapat menerima makanan yg diberikan orang dlm upacara sembahyang serta kiriman jasa dari keluarga. Para Bodhisattva, jika terlahir menjadi hantu, akan menjadi Paradattupajivika- Peta, dan tdk akan menjadi peta (hantu) yg lain.


