Apa Yang Manusia Lakukan

Oleh : Bhikkhu Revata

Berdasarkan Dhammadesana

iii) Banjir pandangan salah (Ditthogha)

Ada enam puluh dua pandangan salah (lihat Brahmajala Sutta, Digha Nikaya); di antaranya yang paling penting yang perlu kita lepaskan adalah “pandangan salah tentang identitas diri”.

Karena pandangan salah ini, kita menderita dan beresiko jatuh ke salah satu dari empat alam menyedihkan.

Jadi, praktik tambahan diperlukan, dalam rangka untuk menghapus pandangan salah tentang identitas-diri.

 

Setelah meditator bisa langsung membedakan materi dan batin yang paling hakiki, mereka beralih ke praktik “Sebab Akibat Yang Saling Bergantungan” (Paticcasamuppada). Dengan praktik ini, akan datang pengetahuan langsung dari sebab dan akibat. Setelah mereka secara langsung melihat sebab dan akibat, mereka melanjutkan ke meditasi pandangan terang. Pada tahap meditasi pandangan terang inilah mereka memeriksa tiga karakteristik ketidakkekalan, penderitaan dan tanpa-diri sepanjang keseluruhan batin-materi yang rumit.

Ketika pandangan terang seorang meditator sudah matang, Jalan Kebijaksanaan muncul.

Pada titik ini, dia melihat Nibbana. Materi dan batin menjadi padam.

 

Ketika Jalan Kebijaksanaan muncul, kekotoran batin dimusnahkan tahap demi setahap. Dengan pencapaian Jalan Pertama datanglah Pemasuk Arus, buah pertama pencerahan.

Seseorang menjadi Sotaparına.

Pada saat pencapaian mendalam ini. kekotoran batin pada identitas-diri, keragu-raguan dan kemelekatan akan upacara dan ritual dimusnahkan untuk selamanya.

Orang yang telah mencapai Pemasuk Arus tahu dan melihat cara kerja kekotoran batin mereka dengan jelas. Mereka mengerti ‘pandangan salah’ sebagai kemelekatan kasar ataupun halus akan kepercayaan konsep ‘aku’, ‘diriku’ atau ‘milikku’. Mereka tidak lagi melihat keserakahan sebagai keserakahan ‘ku’ atau kebencian sebagai kebencian ‘ku’. Dan, mereka tidak lagi merugikan diri sendiri dengan sengaja atau dengan kesadaran melakukan perbuatan fisik dan ucapan yang dapat menyebabkan kelahiran kembali di salah satu alam menyedihkan.

 

Bagi kebanyakan orang, bagaimanapun, banjir pandangan salah mempesonakan. Seperti robot yang diprogram, kita terus memanjakan diri dalam perbuatan tidak baik meskipun niat terbaik kita adalah tidak melakukannya. Kita tidak benar-benar ingin berubah dan kita tidak memahami kebenaran tentang mengapa kita perlu berubah. Hal ini mengarah ke siklus penderitaan tak berujung di dalam empat alam menyedihkan.

 

Karena pandangan salah ini, banyak makhluk yang tak terhitung jumlahnya tersapu dalam banjir pandangan salah. Mereka tenggelam di dalamnya.

Ini membuat mereka sulit untuk menyeberang.

Diedit oleh : Bhikkhu Sunnatagasevaka

Bagian 4 dari 7

Brahmajala Sutta membahas tentang 62 pandangan salah yang dianut oleh para petapa dan Brahmana pada masa Buddha. Pandangan-pandangan salah ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu ¹:

 

– *Pandangan tentang Masa Lampau*

– Penganut Keabadian (sassata ditthi): 4 pandangan yang menyatakan bahwa diri dan dunia adalah kekal

– Penganut Keabadian Sebagian dan Ketidak-abadian sebagian (ekacca sassata ditthi): 4 pandangan yang menyatakan bahwa sebagian diri dan dunia adalah kekal, sedangkan sebagian lainnya tidak

– Penganut Keterbatasan dan Ketidak-terbatasan (antānantavāda): 4 pandangan yang menyatakan bahwa dunia adalah terbatas atau tidak terbatas

 

– *Pandangan tentang Masa Depan*

– Penganut Annihilasi (ucchedavāda): 7 pandangan yang menyatakan bahwa diri akan musnah setelah kematian

– Penganut Keabadian Diri Setelah Kematian (uddhamaghatanika): 16 pandangan yang menyatakan bahwa diri akan tetap ada setelah kematian dengan berbagai bentuk kesadaran

– Penganut Tidak Adanya Kesadaran Setelah Kematian (asanni vada): 8 pandangan yang menyatakan bahwa diri tidak memiliki kesadaran setelah kematian

– Penganut Bukan Kesadaran atau Pun Bukan Tidak Kesadaran Setelah Kematian: 8 pandangan yang menyatakan bahwa diri tidak memiliki kesadaran atau pun bukan tidak kesadaran setelah kematian

 

– *Pandangan Lainnya*

– Penganut Asal-mula Kebetulan (adhiccasamuppannavada): 2 pandangan yang menyatakan bahwa diri dan dunia terjadi tanpa sebab

– Pegeliat-belut (amaravikkhepavada): 4 pandangan yang tidak jelas dan menghindar dari jawaban

Dengan memahami 62 pandangan salah ini, kita dapat lebih waspada dan terhindar dari pandangan-pandangan yang salah tentang kehidupan dan alam semesta ².

Penjelasan dan pembahasan Tentang Brahmajālasutta

Selengkapnya.!!


Bangunlah Dunia

Judul Asli : Awaken. Oh World

Diterjemahkan oleh : Henry Kartono Leman

Yayasan Hadaya Vatthu, Juli 2011.

Related Post