Ada 4 tipe orang menurut Sang Buddha. 

Ada 4 tipe orang menurut Sang Buddha.

Tipe yang manakah anda?

Sang Buddha berkata: Saya melihat 4 tipe orang di dunia ini.

— Tipe yang pertama adalah tipe yang berlari dari KEGELAPAN MENUJU KEGELAPAN.

— Yang kedua, yang berlari dari tempat yang TERANG MENUJU KEGELAPAN.

— Tipe yang ke tiga, Yang berlari dari KEGELAPAN MENUJU TERANG.

— Dan yang ke empat, Yang berlari dari tempat TERANG MENUJU TERANG

 

Sang Buddha tidak berkata dalam teka teki. Ajarannya jelas dan dijelaskan dengan baik. Svākkhāto bhagavatā dhammo. Kapan pun dia mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti dengan baik oleh orang-orang, dia akan menjelaskannya seketika.

 

Apakah kegelapan itu? Apakah yang terang? Bagaimana seseorang terus berlari dari satu tempat ke tempat yang lain?

 

1. DARI KEGELAPAN MENUJU TEMPAT YANG GELAP.

 

Seluruh tempat adalah gelap. Sebuah kegelapan hidup, sebuah kehidupan yang penuh penderitaan. Seseorang menderita dalam berbagai cara: secara fisik, mental, material dan karena masalah-masalah dalam keluarga atau masyarakat. Tidak ada kebahagiaan sama sekali. Dan juga tidak ada jejak kebijaksanaan di dalamnya. Jadi setiap saat, orang ini tidak menciptakan apapun, kecuali amarah, kebencian dan niat jahat.

 

Saya menderita karena orang ini, karena kejadian ini, karena penyebab ini. Seseorang menciptakan kebencian terhadap orang itu atau sebab itu. Penderitaan ini adalah hasil dari karma kebencian nya yang lalu. Dan sekarang seseorang menanam lebih banyak lagi bibit – bibit kebencian.

Sudah ada begitu banyak kegelapan dalam hidup seseorang dan dia menanam lebih banyak lagi bibit-bibit kegelapan. Bibit-bibit kemarahan, kebencian, niat jahat tidak membawa apapun kecuali penderitaan dimasa depan. Jadi, masa depannya juga akan penuh dengan penderitaan. Saat ini dia menderita, dimasa depan dia pun menderita. Saat ini adalah kegelapan, masa depan juga adalah kegelapan. Begitulah seseorang berlari dari kegelapan menuju kegelapan.

2. DARI TEMPAT TERANG KE TEMPAT GELAP.

Ada kecerahan / penerangan dalam sekitar kehidupan seseorang. Adanya kebahagiaan saat ini karena kekayaan materi, kesehatan dan kedudukan sosial. Tetapi tidak ada kebijaksanaan di dalamnya. Jadi seseorang menjadi sombong karena semua kekayaan, kekuasaan dan status dan merasa yang lain rendah.

Karena beberapa karma baik dikehidupan lampau, maka ada kecerahan / penerangan di kehidupan saat ini. Cepat atau lambat, ini akan berakhir. Tetapi setiap saat, seseorang menanam bibit egoisme, bibit kebencian, bibit penderitaan, bibit kegelapan. Bibit-bibit negatif ini akan menyebabkan kegelapan di masa depan, penderitaan dimasa depan. Maka orang ini adalah tipe yang berlari dari tempat yang terang menuju kegelapan.

3. DARI KEGELAPAN MENUJU TEMPAT TERANG.

Tipe ke 3 ini adalah orang yang sama persis posisinya dengan orang yang berada di grup pertama. Ada banyak kesulitan / kesusahan disekitarnya, kegelapan diseluruh masanya saat ini, tetapi ada kebijaksanaan di dalamnya. Orang ini tetap tersenyum.

Oh, kesulitan ini terjadi karena beberapa karma buruk saya dimasa lalu. Seseorang kelihatannya sangat jelas tentang penyebab penderitaan. Pastinya, orang ini bukan penyebab asli dari penderitaan saya. Orang ini hanya menjadi sebuah alat / mesin. Semoga dia tidak harus menderita karena kelakuan buruk ini! Kesulitan ini pasti datang melalui orang ini atau orang lain karena karma masa lalu saya. Sekarang, saya tidak akan menanam karma penderitaan baru.

Jadi seseorang hanya menciptakan cinta dan welas asih kepada orang lain. Sekarang ada kegelapan. Tetapi masa depan penuh dengan penerangan. Cepat atau lambat, yang gelap akan pergi dan yang tinggal hanyalah yang terang. Seseorang menanam bibit penerangan, yang akan membawa kecerahan / penerangan dimasa depan, kebahagiaan dimasa depan.

4. DARI TEMPAT YANG TERANG MENUJU TEMPAT YANG TERANG.

Saat ini, hidup seseorang dipenuhi dengan kecerahan / penerangan, penuh dengan kebahagiaan. Seseorang menikmati kebahagiaan material, kenyamanan duniawi, dan kedudukan sosial. Tetapi ada kebijaksanaan dan orang itu tetap mengerti akannya.

Semua keberhasilan ini karena beberapa karma baik di masa lampau. Dan apa pun karma baik yang telah saya perbuat, mereka tidak kekal, buahnya tidak kekal, cepat atau lambat dia akan berakhir. Jadi, saya harus menggunakan semua uang ini, posisi, kekuasaan, status yang saya miliki untuk kebaikan orang lain.

Sebagai perumah tangga, ini tugas saya untuk menggunakan kekayaan saya untuk merawat keluarga saya dan siapapun yang tergantung pada saya. Apapun yang ada, harus saya gunakan untuk kebaikan orang banyak, untuk keuntungan orang banyak. Semoga semakin banyak orang dan lebih banyak lagi orang mendapatkan dhamma yang murni! Semoga lebih banyak dan semakin banyak lagi orang bisa mencapai kebijaksanaan. Semoga lebih banyak dan semakin banyak lagi orang bisa terbebas dari penderitaan mereka!

Jadi seseorang menciptakan cinta, welas asih dan niat baik setiap saat. Semua tindakan – ucapan, tubuh dan mental (pikiran) – adalah untuk kebaikan orang lain. Seseorang menanam bibit kecerahan / penerangan. Dari kebahagiaan, dia berlari ke arah kebahagiaan; dari tempat terang, seseorang berlari ke arah tempat terang.

Kita tidak seharusnya menjadi orang seperti di grup yang pertama atau yang ke 2. Kita harus menjadi orang seperti di grup ke 3 atau yang ke 4. Apakah itu grup ke 3 atau yang ke 4, itu bukan lah dalam kendali kita. Terkadang, hidup mungkin penuh dengan kegelapan, penuh penderitaan karena karma masa lalu kita. Di saat lain, hidup mungkin penuh dengan kecerahan / penerangan karena karma masa lalu kita.

Ada kebahagiaan dan ketidak bahagiaan di dalam hidup karena hasil dari karma baik dan buruk masa lalu kita. Terlepas apakah adanya kebahagiaan atau kesedihan, terang atau gelap, kita akan mengembangkan kecerahan / penerangan. Kita tidak akan membuat sankhara – sankhara baru yang akan menciptakan penderitaan dimasa depan, kegelapan dimasa depan. Inilah yang kita pelajari dari Vipassana.

Buddha berkata:

Attā hi attano nātho, attā hi attano gati.

SESEORANG ADALAH TUANNYA SENDIRI

Seseorang adalah TUAN DARI MASA DEPANNYA SENDIRI.

Masa kini bukanlah apa-apa selain anak (hasil) dari masa lalu. Apa pun yang telah terjadi / dilakukan di masa lalu, dia telah terjadi. Tetapi KAMU ADALAH TUAN DIMASA SAAT INI. Berusahalah untuk tidak menciptakan sedikit pun sankhara yang akan membawa penderitaan bagimu.

MASA DEPANMU ADALAH ANAK (HASIL) DARI MASA SEKARANG. JADILAH TUAN DIMASA SEKARANG. Biarkan masa sekarang PENUH DENGAN DHAMMA. Maka masa depanmu akan secara otomatis juga penuh akan kebahagiaan. Tidak ada lagi kegelapan dimasa depan.

Kembangkan penguasaan ini saat ini. Inilah Vipassana. Anda harus sadar terhadap sensasi dan menjadi tetap tenang seimbang terhadap sensasi. Serahkan sisanya pada Dhamma. Hasilnya pasti bagus. Tetaplah berkembang dalam dhamma. Dhamma sangat agung, sangat luar biasa.

Semoga anda semua mendapat buah terbaik dari Dhamma!

Semoga anda semua menikmati kebahagiaan sejati, kedamaian yang sebenarnya, keharmonian yang sebenarnya!

Bhavatu sabba maṅgalaṃ – semoga seluruh mahluk berbahagia.

Refference Sutta:

Tamonata Sutta: Darkness ( kegelapan)

AN 4.85 PTS: A ii 85

Related Post