Tentu saja bisa. Itulah sebabnya mengapa salah satu langkah dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah Usaha Benar.
Hal ini bergantung pada ketulusan hati, seberapa besar energi yang kita keluarkan dan seberapa kuat kebiasaannya.
Tetapi memang betul bahwa beberapa orang menjalani hidupnya dibawah pengaruh dari kebiasaan mereka, tanpa melakukan usaha untuk mengubahnya dan menjadi korban dari akibat buruk.
Orang-orang seperti itu akan terus menderita kecuali jika mereka mengubah kebiasaan buruk mereka. Semakin lama kebiasaan buruk itu bertahan, semakin sulit untuk mengubahnya.
Umat Buddhis mengerti akan hal ini dan mempergunakan setiap semua kesempatan yang ada untuk menghentikan kebiasaan mental yang menghasilkan akibat yang tidak menyenangkan dan mengembangkan kebiasaan yang menghasilkan akibat menyenangkan.
Meditasi adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengubah pola kebiasaan dalam pikiran kita, seperti dalam hal berucap atau menahan diri dari berucap, bertindak dan menahan diri dari bertindak dengan cara-cara tertentu.
Keseluruhan kehidupan Buddhis merupakan latihan untuk memurnikan dan membebaskan pikiran. Sebagai contoh, jika menjadi orang yang sabar dan baik merupakan bagian yang dominan pada kehidupan anda yang sebelumnya, ada kecenderungan bahwa hal itu akan muncul kembali pada kehidupan yang sekarang.
Jika sifat itu dimunculkan dan dikembangkan didalam kehidupan ini, maka sifat itu akan muncul kembali bahkan lebih kuat dan dominan lagi di kehidupan selanjutnya.
Hal ini didasarkan pada fakta yang jelas dan sederhana, bahwa kebiasaan yang dikembangkan dalam waktu lama cenderung susah untuk dipatahkan.
Ketika anda menjadi orang yang sabar dan baik, selalu saja cenderung terjadi bahwa anda tidak akan mudah terganggu oleh orang lain, anda tidak mendendam, orang-orang menyukai anda dan dengan demikian, pengalaman anda akan menjadi lebih menyenangkan.
Kita ambil contoh lain.
Katakanlah bahwa anda lahir di dunia ini dengan kecenderungan untuk menjadi orang yang sabar dan baik berdasarkan pada kebiasaan lama anda di kehidupan lampau. Tetapi di kehidupan ini, anda lalai untuk memperkuat dan mengambangkan kecenderungan tersebut. Sifat tersebut akan melemah secara perlahan dan padam, dan mungkin sepenuhnya tidak ada di kehidupan mendatang.
Kesabaran dan kebaikan yang menjadi lemah dalam kasus ini, ada kemungkinan bahwa baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang, ketidaksabaran, kemarahan dan kekejaman akan tumbuh dan berkembang, membawa segala pengalaman yang tidak menyenangkan yang diciptakan oleh perilaku buruk tersebut.
Kita akan membuat sebuah contoh terakhir. Katakanlah, karena kebiasaan mental kita di kehidupan lalu, anda dilahirkan di dunia ini dengan kecenderungan untuk menjadi orang yang tidak sabaran dan pemarah, dan anda menyadari kebiasaan tersebut hanya menyebabkan yang tidak menyenangkan.
Jika anda hanya dapat melemahkan kecenderungan tersebut, hal-hal tersebut akan muncul kembali di kehidupan selanjutnya dimana dengan lebih sedikit usaha, sifat tersebut dapat disingkirkan sepenuhnya dan anda bisa terbebas dari akibatnya yang tidak menyenangkan.



