BRAHMA VIHARA – Empat Sifat Luhur

Brahma vihara adalah sifat batin yang luhur atau mulia atau tempat berdiamnya makhluk Brahma (makhluk dewa yang telah mencapai kesucian batin).

Sifat ini terdapat dalam diri manusia, baik manusia yang jahat maupun yang baik.

 

(Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha)

 

*A. METTA (Cinta Kasih)*

_Sifat luhur yang pertama adalah Metta (cinta kasih) yang universal (menyeluruh) terhadap semua makhluk._

Metta bukan berarti cinta kasih yang dilandasi oleh nafsu atau kecenderungan pribadi, karena kedua hal ini akan menimbulkan kesedihan.

*Nasihat sang Buddha; Metta dapat diumpamakan sebagai: “seorang ibu yang melindungi anaknya yang tunggal, sekalipun mengorbankan kehidupannya, seseorang seharusnya memelihara cinta kasih yang tidak terbatas itu kepada semua makhluk.”*

Nasihat sang Buddha tersebut adalah perasaan cinta kasih yang tidak didasarkan pada nafsu (seperti cinta kasih seorang ibu terhadap anaknya), melainkan keinginan yang murni untuk membahagiakan anaknya.

 

Sifat yang baik dan mulia adalah corak yang khas dari metta.

Orang yang melatih metta selalu gembira dalam memajukan kesejahteraan orang lain.

 

Pahala melaksanakan metta, antara lain :

1. Orang yang penuh metta akan tidur dengan tenang dan bahagia.

2. Wajahnya berseri-seri.

3. Tidur dengan nyenyak

4. Dicintai banyak orang

5. Disayang oleh makhluk lain (termasuk binatang)

6. Kebal terhadap ilmu hitam (kecuali karma buruknya sedang berbuah)

7. Akan dilindungi oleh para dewa

8. Dengan mudah memusatkan pikirannya

9. Meninggal dengan tenang

10. Dengan pancaran cinta kasih, bila meninggal wajahnya berseri-seri.

 

Cara melatih metta adalah :

Pertama kali metta harus dilatih terhadap dirinya sendiri.

Ketika melatih metta pikiran harus tenang, positif, bahagia. Setelah itu ia harus merenungkan agar hidup tenang, terbebas dari penderitaan, kesakitan, kegelisahan, ketakutan, dan seterusnya dengan pikiran tidak melekat dengan apa yang kita pikirkan.

Hal ini harus dilatih sesering mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal.

*Sang Buddha bersabda :

“ Ditengah-tengah orang yang membenci, hendaklah seseorang hidup bebas dari kebencian.”*

_Sasaran utama dalam mengembangkan metta adalah untuk semua makhluk._

 

*B. KARUNA (Belas Kasihan)*

_Sifat luhur yang kedua adalah Karuna (belas kasihan), yang dirumuskan sebagai sesuatu yang dapat menggetarkan hati ke arah rasa kasihan bila mengetahui orang lain sedang menderita, atau kehendak untuk meringankan penderitaan orang lain._

*Dalam kisah Jataka diceritakan, dimana Sutasoma sebagai seorang Bodhisatva telah mengorbankan dirinya demi menolong seekor macan betina kelaparan yang ingin memakan anak- anaknya sendiri yang masih kecil-kecil guna menghilangkan laparnya. Bodhisatva Sutasoma mencegah niat macan itu, dan sebagai gantinya ia memberikan tubuhnya sendiri untuk dimakan.*

 

Sesungguhnya, unsur kasih sayang-lah yang mendorong seseorang menolong orang lain dengan ketulusan hati.

Orang yang memiliki kasih sayang yang murni tidak hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk semua makhluk.

Orang-orang yang pantas kita beri belas kasihan tidak hanya orang miskin saja tetapi juga orang yang kejam, pendendam, serakah, irihati, pemarah, mau menang sendiri, sakit, senang dan lain-lain. _Sasaran utama mengembangkan karuna adalah terhadap makhluk yang sengsara dan menderita._

 

*C. MUDITA (Perasaan Simpati)*

_Sifat luhur yang ketiga adalah Mudita (perasaan simpati), yaitu ikut senang melihat orang lain senang atau perasaan gembira atas keberhasilan orang lain_

Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa sifat manusia yang menonjol adalah sifat irihati, karena untuk memberi ucapan selamat kepada orang yang berhasil tersebut kita tidak pernah melakukannya, jika adapun jumlahnya sangat sedikit sekali.

Salah satu cara untuk menghilangkan perasaan irihati ini adalah dengan mengembangkan mudita, karena mudita dapat mencabut akar irihati yang merusak.

Mudita juga dapat menolong orang lain mencapai kebahagiaan.

_Sasaran utama mengembangkan mudita adalah terhadap semua makhluk yang makmur dan sejahtera._

 

*D. UPEKKHA (Keseimbangan Batin)*

_Sifat luhur yang keempat adalah Upekkha (keseimbangan batin)._

Keseimbangan batin penting sekali terutama bagi umat awam yang hidup dalam dunia yang kacau balau, ditengah gelombang keadaan yang naik turun tidak menentu ini.

*Sang Buddha bersabda : “ Orang bijaksana tidak menunjukkan rasa gembira maupun kecewa dengan pujian dan celaan. Mereka tetap teguh bagaikan batu karang yang tak tergoyahkan oleh badai”. Demikianlah mereka melatih keseimbangan batin.*

_Contoh Cerita : Pada suatu ketika Sang Buddha diundang oleh seorang Brahmana untuk bersantap dirumahnya, oleh karena diundang, maka Sang Buddha datang ke rumah Brahmana tersebut, tetapi ia bukannya menjamu Sang Buddha, melainkan malah mencerca Sang Buddha dengan kata-kata yang sangat kotor. Sang Buddha dikatakan seperti babi jalang, anjing, buaya, bangsat, dan sebagainya. Tetapi Sang Buddha tidak sedikitpun merasa terkejut, marah, membantah, dan sang Buddha bahkan sama sekali tidak mendendam._

Related Post