Stillness Flowing

Luang Por [Ajahn Chah] menghabiskan sekitar tiga puluh tahun melatih para biarawan. Itu adalah pekerjaan utama dalam hidupnya. Dia mengalami keberhasilan dan kegagalan, dan dia belajar dari keduanya. Standar praktik yang dia bangun dan tujuan yang dia tetapkan untuk murid-muridnya diungkapkan dengan sangat indah oleh Sang Buddha sendiri dalam Dhammapada:

Untuk bhikkhu yang bijaksana,
Ini adalah hal-hal pertama yang harus dilatih: Pengendalian indria, kepuasan, Ketaatan pada aturan-aturan Pāṭimokkha,
Bergaul dengan teman-teman yang tekun,
Yang menjalani kehidupan yang murni — Dhp 375, 376

Bagaikan bunga melati yang merontokkan bunganya yang layu, Begitu pula seharusnya engkau, O bhikkhu, membuang hawa nafsu dan kebencian — Dhp 377.

Oleh diri sendiri anda harus mencela diri sendiri. Oleh diri sendiri anda harus meneliti diri sendiri. Dengan demikian juga menjaga diri sendiri dan penuh perhatian, Anda, bhikkhu akan hidup dalam kebahagiaan — Dhp 379.

Berdiam di dalam Dhamma, bersenang-senang di dalam Dhamma, menyelidiki Dhamma, mengingat Dhamma, Bhikkhu itu, tidak jauh terjatuh dari Dhamma yang luhur — Dhp 364.

Dia yang tidak menggenggam ‘Aku’ ataupun ‘Milikku’, Baik dalam mentalitas maupun materi, Yang tidak berduka atas apa yang tidak dimilikinya – Orang seperti itulah sesungguhnya yang disebut seorang bhikkhu — Dhp 367.

—————————————————————

VIII. Dari Negeri Yang Jauh

[artikel tentang diterimanya murid barat pertama di Wat Pah Pong]
*************

Jika dengan meninggalkan kebahagiaan yang lebih sedikit seseorang dapat mewujudkan kebahagiaan yang lebih besar, biarlah orang bijak meninggalkan yang lebih sedikit, dengan memperhatikan yang lebih besar — Dhp 290

…. Selama Perang Dunia Kedua, ketika Luang Por yang baru ditahbiskan belajar di biara-biara desa setempat, sekelompok tawanan perang yang kurus dan compang-camping dipenjara di pusat kota. Mereka adalah tahanan dari pasukan pengawal Jepang lokal, sandera terhadap serangan bom Sekutu. Penduduk setempat menyelundupkan pisang kepada mereka. Kemudian, pada 1960-an, datanglah Perang Vietnam. Ubon, lebih dekat ke Hanoi daripada ke Bangkok, mencapai suatu kepentingan yang strategis. Pada akhir dekade, dua puluh ribu pemuda Amerika ditempatkan di pangkalan udara yang luas di utara kota. Pria berseragam besar – hitam, coklat dan putih – berjalan di sepanjang jalan bergandengan tangan dengan pelacur-pelacur dengan rok mini. Mereka bermain-main di klub malam norak dengan nama seperti ‘Playboy’ dan berusaha melepaskan diri dari tekanan hidup mereka dengan ‘tongkat-tongkat Buddha’ [sebutan untuk Sejenis ganja Thailand yang lezat, biasanya dililitkan di sekitar bilah bambu tipis atau potongan es loli yang diikat dengan tali rami dan dikeringkan perlahan].

Di atas, secara berkala, terdengar suara memekakkan telinga dari pesawat tempur Phantom dan kapal udara A130 yang lepas landas dalam misi melintasi Laos, Kamboja, dan Vietnam. Namun, personel militer Amerika bukanlah satu-satunya pemuda Barat di Thailand pada waktu itu. Selama periode inilah penduduk desa yang bekerja di ladang di sebelah timur Wat Pah Pong menjadi terbiasa dengan pemandangan baru yang aneh. Laki-laki muda jangkung, berkulit putih dengan rambut acak-acakan dan mengenakan kaus oblong dan celana jins biru pudar sering terlihat berjalan di sepanjang jalur lembu dengan langkah mantap, melompat-lompat dan dengan ransel besar yang kotor, seperti pertumbuhan penyakit ganas berbahaya, di belakang mereka. Pemuda-pemuda ini adalah tetesan pertama dari arus orang Barat yang menemukan jalan mereka ke Luang Por Chah. Merekalah yang menjadi anggota senior dari Sangha Barat yang sekarang, lebih dari empat puluh tahun kemudian, berjumlah hampir dua ratus bhikkhu dan bhikkhuni.

****************
Refleksi oleh Ajahn Chah ini sebagaimana diceritakan oleh Ajahn Jayasaro berasal dari buku: Stillness Flowing, (pdf) hlm. 477 – 478, 483 – 484.
https://www.jayasaro.panyaprateep.org/uploads/book/1/10/files/00000010.pdf

— Sekilas info tentang e-book dan audio Stillness Flowing dan link untuk mengaksesnya: https://www.facebook.com/527486564/posts/10159134382846565/

 

Related Post