MAKNA PENTING HARI ASADHA

Hari Asadha adalah salah satu hari yang penting bagi umat Buddha selain hari Waisak.
Seperti yang sudah diketahui secara luas, hari Asadha itu adalah untuk memperingati saat pemutaran Roda Dharma oleh Buddha Gautama.
Selain memberikan kotbah Dharma-Nya yang pertama, pemutaran Roda Dharma juga sarat dengan nilai dan maksud yang agung dan mulia.

Seorang Samma Sambuddha baru akan memutar Roda Dharma setelah melewati 49 hari ( 7 minggu ) setelah Beliau mencapai penerangan sempurna menjadi Buddha.
Kotbah pertama-Nya pasti pada saat Bulan Purnama Asadha ( 2 bulan setelah Waisak ).

Agar seorang Samma Sambuddha memperoleh kondisi untuk memutar Roda Dharma diperlukan 2 jenis dorongan yaitu : dari dalam diri Buddha dan dari luar diri Buddha.
Dorongan dari dalam diri Buddha Gautama sudah muncul sebagai manifestasi dari sifat Maha Metta Karuna Beliau sebelum Brahma Sahampati menyampaikan permohonannya.
Sedangkan dorongan dari luar harus ada yang diperoleh dari permohonan Brahma Penguasa Dunia ( saat ini yang menyandang sebutan sebagai Brahma Penguasa Dunia adalah Brahma Sahampati ).

Mengapa harus Brahma Penguasa Dunia yang mengajukan permohonan kepada Buddha ?
Hal ini karena Brahma diagungkan sebagai sebuah sosok yang maha segalanya dalam masyarakat pada saat itu.
Sehingga jika Brahma saja memberikan penghormatan kepada Buddha maka pasti masyarakat lebih mudah percaya kalau Buddha lebih tinggi daripada Brahma Penguasa Dunia.

Dharma yang dibabarkan oleh Buddha sebelum munculnya pemutaran Roda Dharma tidak akan dapat memberikan Magga–Phala bagi pendengarnya.
Mereka yang mendengar pembabaran Dharma dari Buddha sebelum dilakukan Pemutaran Roda Dharma hanya dapat mempunyai keinginan untuk menembus Dharma tetapi tidak dapat menembus Magga–Phala untuk menjadi Ariya Puggala ( Makhluk Suci ).

Ada 4 pasang Ariya Puggala :
1a. Sotapanna Magga.
1b. Sotapanna Phala.
2a. Sakadagami Magga.
2b. Sakadagami Phala.
3a. Anagami Magga.
3b. Anagami Phala.
4a. Arahat Magga.
4b. Arahat Phala.

Magga ( Jalan ) artinya : orang / dewa tersebut sudah memasuki jalan yang benar untuk mencapai kesucian sesuai dengan tingkatannya.
Phala ( Buah / Hasil ) artinya : orang / dewa tersebut telah berhasil mencapai kesucian sesuai dengan tingkatannya.

Pada masa lalu, Tapussa dan Bhalika adalah 2 orang pedagang yang menjadi Upasaka ( pengikut Buddha ) pertama mengucapkan perlindungan hanya kepada Buddha dan Dharma karena saat itu belum ada Sangha.
Mereka berdua hanya memperoleh keinginan untuk menembus Dharma saat bertemu dan mendengarkan Dharma dari Buddha karena Dharma yang diucapkan oleh Buddha sebelum diputarnya Roda Dharma.

Upaka bertemu Buddha saat perjalanan Buddha menuju ke Taman Rusa Isipathana untuk memutar Roda Dharma juga hanya dapat memperoleh keinginan saja untuk menembus Dharma.
Setelah pertemuannya yang kedua dengan Buddha Gautama kemudian hari barulah Upaka berhasil mencapai tingkat kesucian Anagami.

Jadi mereka yang memperoleh pembabaran Dharma sebelum Roda Dharma diputar tidak dapat memperoleh kesucian untuk dirinya.
Dengan diputarnya Roda Dharma oleh Samma Sambuddha maka banyak makhluk yang tak terhitung jumlahnya akan memperoleh manfaat besar dengan menjadi makhluk suci pada dirinya masing-masing.
Inilah salah satu makna penting adanya Pemutaran Roda Dharma

Pemutaran Roda Dharma pasti dimulai dengan kata-kata “Dve’me bhikkhave anta …”.
Pada saat mengucapkan kata-kata itu suara Buddha akan terdengar di 10.000 alam semesta pada semua tingkatan alam kehidupan.
Selanjutnya pasti kotbah pertamanya berupa Empat Kebenaran Mulia.
Ini juga merupakan salah satu peristiwa menakjubkan yang sangat langka terjadi mengingat kemunculan seorang Samma Sambuddha adalah sangat jarang terjadi.

Peristiwa itu semua ( kecuali pertemuaan Tapussa, Bhalika, dan Upaka ) pasti akan sama terjadi pada semua Samma Sambuddha pada masa lampau, kini, dan nanti ( Dhammata ).

Uraian di atas saya sadur dari buku Buddhavamsa Jilid 1 Bab 15 dengan beberapa penjelasan tambahan dari saya.

Jadi Hari Asadha itu sungguh luar biasa.
Dengan Pemutaran Roda Dharma oleh Samma Sambuddha menjadikan kita dapat menjadi Ariya Puggala ( Makhluk Suci ) yang dapat diperoleh dalam kehidupan kita sekarang juga.
Marilah kita berjuang untuk mengikis kebodohan batin sebelum Dharma dari Buddha Gautama ini lenyap.
Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Sadhu …

Related Post