Sutta Center

Dharma sebagai Perahu

SUTTA NIPĀTA NĀVĀ SUTTA 2.8. Dharma sebagai Perahu Bagaikan para deva yang menghormati raja mereka, Raja Indra, Demikian pula orang itu yang darinya seseorang mengetahui Dharma, Terhormat, berpikiran-jernih, dan juga sangat terpelajar, Guru itu menerangkan kata-kata Dharma. Setelah mempertimbangkan hal ini, orang bijaksana itu, Sewaktu, mempraktikkan Dharma menurut Dharma Menjadi terpelajar, cerdas, juga berpikiran halus,…

Sutta Center

Vimana Vatthu

Vv 1.3 Tatiya Pīṭha Sutta Istana Tahta Ketiga Bahkan mempersembahkan sesuatu yang sederhana kepada Sangha dapat memberikan hasil yang luar biasa. Moggallana Bhante: Dewata yang terkasih, engkau sedang duduk di singgasana emas. Ia terbang ke mana pun engkau inginkan, secepat yang engkau inginkan. Engkau berpakaian indah, mengenakan untaian bunga, dan engkau bersinar, bagai kilat yang…

Sutta Center

Hantu Chullaseṭṭi

Pv 2.8 Cullaseṭṭhi Sutta Raja Ajātasattu melihat hantu dan menanyainya, Raja: Kamu yang telanjang dan kurus itu, mau ke mana tengah malam begini dan kenapa? Katakan padaku, dan aku akan memberimu makanan dan pakaian. Chullaseṭṭi (hantu): Saya adalah orang yang sangat kaya dan terkenal yang tinggal di Benares, tetapi saya jahat. Saya ingin menikmati kekayaan…

Sutta Center

AN 4.50 Upakkilesa Sutta Noda yang Mengotori

“Empat inilah, para bhikkhu, noda-noda bulan dan matahari, yang bila bulan dan matahari terkena oleh noda-noda ini, maka mereka tidak bersinar, tidak bercahaya, tidak memancarkan sinarnya.   Apakah empat?   1. Awan, para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.   2. Kabut (embun/mendung tebal), para bhikkhu, adalah noda bagi bulan dan matahari.   3….

Sutta Center

14 jenis pemberian kepada individu, puggalika dāna

Dakkhinavibhaṅga Sutta (dari Majjhima Nikāya Pāḷi) menyebutkan 14 jenis pemberian kepada individu, puggalika dāna Bag. 1   14 Jenis Persembahan Kepada Individu.   (1) Persembahan kepada seorang Buddha, (2) Persembahan kepada seorang Pacceka Buddha, Buddha yang tidak mengajar, (3) Persembahan kepada seorang Arahanta atau seorang yang telah mencapai tingkat Arahatta-Phala, (4) Persembahan kepada seorang yang…

Sutta Center

PetaVatthu 1,7 dan 1,8

Pv 1.7 Sattaputtakhādaka Sutta Pemakan Tujuh Putra Kecemburuan dan kebencian hanya akan menyebabkan penderitaan. Ketika melihat hantu, seorang biksu bertanya,   Biarawan: Kamu telanjang dan sangat jelek. Tubuhmu sangat bau. Kamu dikelilingi lalat. Kamu, berdiri di sana, siapa kamu?   Hantu: Aku hantu, Tuan. Aku menderita di alam Yama. Aku telah berbuat jahat sebagai manusia…

Sutta Center

KESABARAN DAN PENGENDALIAN DIRI

(Berdasarkan Kakacupama Sutta, MN 21) Dalam sutta ini, Sang Buddha menceritakan bagaimana seorang bhikkhu seharusnya bersikap terhadap kritik, penghinaan, dan bahkan perlakuan kekerasan. Beliau memberikan perumpamaan yang sangat tajam: “Jika para perampok memotong tubuhmu bagian demi bagian dengan gergaji bermata dua, dan kamu menimbulkan kebencian terhadap perampok itu, kamu tidak menjalankan ajaran-Ku.” Sutta dimulai dengan kisah seorang bhikkhu bernama Bhikkhu Moliya Phagguna, yang terlalu melibatkan diri…

Sutta Center

Kisah Seorang Gadis Desa (Gāmadārikāya Vatthu)

Di bagian selatan Pulau Lanka, terdapat sebuah desa bernama Brahmacola. Di sana, orang-orang mengolah sebidang ladang yang besar dan tinggal di sana selama satu bulan. Ketika masa panen tiba, mereka pun berkata, “Mari kita pergi untuk memanen bulan ini,” lalu mereka membawa air dan berangkat, saat itu musim panas yang sangat terik sedang berlangsung.  …

Sutta Center

DARĪMUKHA-JĀTAKA

“Kesenangan-kesenangan indriawi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelepasan keduniawian. Cerita pembukannya telah dikemukakan sebelumnya. ____________________ Dahulu kala ketika Raja Magadha berkuasa di Rājagaha, Bodhisatta terlahir sebagai anak dari permaisurinya dan diberi nama Pangeran Brahmadatta. Pada hari kelahirannya, pendeta kerajaan juga mendapatkan seorang putra: wajahnya begitu elok sehingga…

Sutta Center

SUCILOMA SUTTA

Demikian yang telah saya dengar: Suatu ketika Sang Buddha duduk beralas batu di Gaya, tempat kediaman yakkha Suciloma. Pada saat itu yakkha Khara dan Suciloma lewat di dekat beliau *dan Yakkha Khara bertanya; ‘Apakah dia seorang pertapa?’ Suciloma menjawab: ‘Dia bukan pertapa. Penampilannya saja yang kelihatan sama. Biarlah saya pastikan.’ Kemudian Suciloma mendekati Sang Buddha…